Kutuk Aksi Terorisme, Laskar Bali-Baladika Bergandeng Tangan Jaga Bali

223
Foto- ist - Ratusan anggota Laskar Bali dan Baladika saat mengikuti aksi Doa Kemanusian Untuk Surabaya di Lapangan Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar.

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Bersama sejumlah tokoh dan berbagai komponen masyarakat yang ada Bali, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Laskar Bali dan Baladika, Selasa (15/5/2018) mengikuti aksi Doa Kemanusian Untuk Surabaya di Lapangan Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar.

Pada kesempatan itu, ratusan anggota dari dua Ormas terbesar di Bali itu bergabung dalam satu barisan dan beriringan berjalan dari Parkir Timur Lapangan Renon menuju Monumen Banjra Sandhi dengan membentangkan spanduk yang mengutuk aksi terorisme.

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Laskar Bali Ketut Putra Ismaya bahwa Laskar Bali dan Baladika bersama komponen masyarakat Bali lain mempunyai kepedulian terhadap segala situasi sedang dihadapi bangsa Indonesia. Aksi ini juga  lanjut dia, adalah sebagai bentuk nyata komitmen komponen masyarakat Bali khususnya Laskar Bali dan Baladika untuk ikut bersama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari upaya pecah belah pihak lain termasuk kelompok teroris

foto – ist – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Laskar Bali Ketut Putra Ismaya (baju merah)

“Dengan berkumpulnya kita para ormas Bali khususnya Laskar Bali dan Baladika Bali, bukti nyata kita bergandengan tangan menjaga Bali disamping banyak ormas lain yang kemarin ada hadir dan tokoh politik serta tokoh semua agama demi NKRI,” tegasnya.

Sekanjutnya ia pula menegaskan bahwa Laskar Bali sangat mengutuk segala bentuk aksi terorisme karena selain menciptakan rasa ketakutan di tengah masyarakat, juga merongrong keutuhan NKRI.

“Laskar Bali sangat mengutuk segala tindakan aksi terorisme yang mana itu adalah tindakan yang sangat salah, dan merugikan kita Bangsa Indonesia yaitu bangsanya sendiri, saudaranya sendiri,” tegasnya lagi.

Di sisi lain, selama ini menurut dia teroris dalam aksinya selalu mengklaim bagian dari jihad dan syahid segaimana ajara Islam. Namun ia percaya bahwa hal itu bukanlah bagian ajaran dari Islam. Maka agar tidak terjadinya kesalahpahaman di masyarakat yang justru bisa memecah belah kerukunan hidup antarumat beragama yang selama ini sangat harmonis di Tanah Air, pihak pun berharap kepada organisasi umat Islam khususnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan sosialisasi bahwa aksi terorisme bukan bagian dari ajaran Islam.

“Barangkali bisa dengan cara MUI mengeluarkan fatwa bahwa aksi terorisme itu adalah haram,” harapnya.

Pihaknya pula menyatakan mendukung segala upaya yang dilakukan Pemerintah Presiden Joko Widodo untuk membangun landasan pembangunan  dengan rasa nyaman dan aman sehingga aksi terorisme tidak terulang kembali.

“Kami mendorong DPR bersama pemerintah agar segera membahas Rancangan Undang-Undang Terorisme supaya aparat keamanan mempunyai payung hukum dalam melaksanakan tugas untuk menjaga kesatuan serta kedaulatan bangsa dan negara,” tutup Ismaya. (mp)