Lewat Video Confrence, Dandim 1619/Tabanan Paparkan Kesiapan TMMD ke-106 Tahun 2019

118
Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto paparkan kesiapan pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 Tahun 2019, melakukan video conference di Ruang Rapat Tanah Aron Makorem 163/Wira Satya, Senin (09/09/2019) pagi.(IST)

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto paparkan kesiapan pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 Tahun 2019, melakukan video conference di Ruang Rapat Tanah Aron Makorem 163/Wira Satya, Senin (09/09/2019) pagi.

Pemaparan yang dilakukan guna mengetahui kesiapan program TMMD kali ini maka masing-masing Dansatgas TMMD melakukan paparan kesiapan melalui video conference kepada Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P.

Pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa atau TMMD Ke 106 Tahun Anggaran 2019. Untuk di wilayah Korem 163/Wira Satya menjadi kesempatan Kodim 1619/Tabanan untuk melaksanakan TMMD Ke 106 di Desa Gubug dan Desa Bongan, Tabanan yang rencananya akan selama 30 hari dari awal sampai akhir Bulan Oktober.

Pada kesempatan tersebut Dandim 1619/Tabanan menjelaskan kesiapan pelaksanaan TMMD Ke 106 yang saat ini sudah melaksanakan kegiatan Pra TMMD selama hampir 3 bulan sejak tanggal 17 Juni 2019 lalu. Sementara pelaksanaan TMMD selama 30 hari dari awal sampai akhir Bulan Oktober 2019.

Dandim juga melaporkan terkait sasaran yang akan dikerjakan, yang meliputi sasaran fisik antara lain pembuatan jembatan dengan panjang 17 meter, lebar 5,5 meter dan tinggi 5 meter. Pembuatan senderan panjang 65 meter dengan tinggi 7 meter serta pembukaan jalan dan betonisasi sepanjang 65 meter, lebar 3 meter serta tebal 0,12 meter.

Sasaran non fisiknya yaitu penyuluhan dari berbagai instansi terkait dan juga lomba-lomba yang melibatkan masyarakat setempat.

Baca Juga:  Polres Gianyar Bekuk Mafia Tanah dengan Modus Jual Beli Tanah Fiktif

Menurut Dandim, yang menjadi alasan penentuan sasaran pelaksanaan TMMD tersebut adalah tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat terkait infrastruktur jembatan dan jalan yang menjadi akses menghubungkan dua desa yaitu Desa Gubug dan Desa Bongan.

Dandim menyebutnya ada tiga hal yang bermanfaat terkait pembangunan infrastruktur tersebut yaitu secara ekonomi akan memperlancar akses perekonomian kedua desa utamanya untuk memperlancar distribusi dan pengangakutan hasil pertanian. Kemudian secara pendidikan ada sekolah SMA dan SMP, sehingga akan mempermudah dan memperpendek anak-anak pergi sekolah untuk melaksanakan pendidikan dan tidak perlu melingkar menuju jalan besar Denpasar-Gilimanuk yang tingkat lalu lintasnya ramai dan padat.

Kemudian secara sosial dimana masyarakat dua desa baik Desa Gubug dan Desa Bongan memiliki ikatan sosial kemasyarakatan dan kekerabatan yang sangat dekat.

Dalam arahannya Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P.menekankan pada pelibatan personel pada pelaksanaan TMMD kali ini yang mampu menunjukan kebersamaan antara TNI dan masyarakat serta pemerintah daerah.

Bagi Pangdam tolak ukur keberhasilan TMMD dapat dilihat dari awal tahap perencanaan dengan penentuan sasaran dimana sasaran fisik yang dikerjakan memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kemudian adanya peningkatan perekonomian dan fasilitas yang ada menjadi akses sebagai bagian yang strategis di daerah tersebut.

Tolak ukur lain yang disampaikan Pangdam bahwa TMMD bukan sekedar mengerjakan sasaran fisik dan non fisik tetapi lebih pada partisipasi masyarakat pada pelaksanaan sasaran tersebut, karenanya akan terbangun nilai spirit dari masyarakat itu sendiri yang meliputi, adanya proses edukasi terkait pembangunan yang tidak hanya dilakukan oleh pemerintah tetapi juga dilakukan oleh masyarakat. Selanjutnya program TMMD juga akan menumbuhkan karakter budaya gotong royong yang tidak boleh hilang yang memang terbukti mampu menyelesaikan permasalahan bangsa sampai saat ini.

Baca Juga:  Sengketa Tapal Batas, Warga Bajera Utara Datangi DPRD Tabanan

Di akhir arahannya Pangdam kembali mengingatkan bahwa nilai spirit lainnya dimana TMMD digelar menjadi bagian pengabdian TNI kepada masyarakat.

Sementara itu,Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh A.M. Suharyadi, S.I.P, M.Si., usai pelaksanaan video conference menekankan kepada Dandim 1619/Tabanan dan seluruh satuan terkait dalam pelaksanaan TMMD Ke 106 di Desa Gubug dan Desa Bongan agar mempersiapkan dengan sebaik-baiknya.

Apa yang sudah menjadi arahan awal dari Pangdam untuk dapat dipedomani termasuk bagaimana melakukan koordinasi sebaik-baiknya dengan pemerintah kabupaten dan warga masyarakat sasaran sehingga harapannya program TMMD Ke 106 Kodim 1619/Tabanan dapat berjalan aman dan lancar dan nantinya manfaatnya akan dirasakan masyarakat.

Untuk diketahui pelaksanaan video conference juga dilaksanakan serentak dan melibatkan Danrem 161/Wira Sakti, Danrem 162/Wira Bhakti serta Para7 Dansatgas TMMD yang melakukan laporan kesiapan TMMD Ke 106 dari Korem masing-masing.(mp)