Liga Futsal Tabanan 2017 Ditutup, Boping Gelorakan Tabanan Tuan Rumah Porprov 2019

13
Penutupan Liga Futsal Tabanan 2017 (26/7/2017).

Ketua KONI Tabanan I Dewa Gede Ary Wirawan menutup secara resmi turnamen “Liga Futsal Tabanan 2017”, Kamis (26/7/2017) sekitar Pk. 20.30 Wita di Arena Futsal Shagida, Tegal Belodan Tabanan.

Hadir pada kesempatan ini Ketua DPRD Tabanan yang juga selaku Ketua Askab PSSI Tabanan Ketut Suryadi (Boping), Pengurus klub Futsal se-Kab. Tabanan, pengurus KONI Tabanan dan pecinta olahraga Futsal lainnya.

Sore, sebelum penutupan empat tim bertemu di babak final yaitu Brandos FC melawan JCFC Junior di Devisi Pratama dan di Devisi Utama bertemu Tim JCFC melawan The Camps.

Hingga pluit panjang Brandos mampu mengunguli JCFC Junior dengan skor  6: 4 sehingga Brandos tampil sebagai juara pertama dan JCFC sebagai juara kedua. Sedangkan juara ketiga di Devisi Pratama diraih oleh TAB B dan juara keempat diraih oleh Prestasi Putra.

Di Devisi Utama,  tim JCFC mampu mengunguli The Camps di final dengan skor 5: 1 sehingga JCFC keluar sebagai juara pertama dan diposisi kedua diraih oleh The Camps. Sedangkan juara ketiga di Devisi Utama diraih oleh Deris FC dan posisi keempat The Coast.

Top Scor di Devisi Pratama diraih oleh Putu Heryanto dengan 19 Gool dan Top Player dirah oleh Ryki dari JCFC Junior. Sedangkan Devisi Utama Top Skor diraih oleh Agung Teguh dari JCFC dengan 13 gool dan Top Player diraih oleh Komang Nata dari The Camps.

Ketua Panitia Sugi Darmawan dalam laporannya menyampaikan, turnamen “Liga Futsal Tabanan 2017” berlangsung sejak tanggal 9-26 Juli 2017, di ikuti total 34 klub yaitu 12 klub devisi utama dan 22 klub devisi pratama dengan menggunakan 3 lapangan yaitu 1 di Bajra dan 2 lapangan di Tabanan.

Ada empat klub yang akan terdegradasi tahun depan dari devisi utama menjadi pratama yaitu : TAB A –PDAM, Lelawah Soka, Fan Fasifik dan ASFC Tabanan. Total pertandingan Devisi Utama plus Pratama sebanyak 92 pertandingan dengan total gool yang tercipta sebanyak 908 gool. Sedangkan Kartu kuning ada 94 buah dan kartu merah 4 buah dengan melibatkan pemain sebanyak lebih dari 650 orang.

Sugi menambahkan walau trunamen futsal kali ini cukup sukses tetapi di Porprov XIII 2017 di Gianyar nanti Tabanan tidak mengirim tim futsalnya karena terbatasnya anggaran, namun kita tetap berusaha membumikan olahraga futsal di Tabanan ini, pungkasnya.

Photo: Ketua Askab PSSI Tabanan-Ketut “Boping” Suryadi

Berikutnya Ketua DPDR Tabanan sekaligus Ketua Askab PSSI Tabanan dalam arahannya menyampaikan penyelenggaraan “Liga Futsal Tabanan 2017” merupakan ajang konsolidasi olahraga di Tabanan. “Walau futsal Tabanan tidak kelihatan di Porprov sejatinya di bali tim futsal Tabanan ditakuti, cuman saya dengan Ketua Umum KONI Tabanan sedang ngos-ngosan soal anggaran, sangat sedikit orang yang bisa diajak membiayai olahraga, pusing juga saya, untungnya kami tetap didukung oleh orang-orang pecinta dan yang tetap mau berjuang di sepak bola. Saya minta maaf kalau Askap PSSI dan Perst Tabanan tidak bisa maksimal memberi harapan para pemain, pelatih, manajer. “Kita di PSSI Tabanan ini adalah keluarga besar, suka duka kita rasakan bersama, ucap Boping.

Lajut Boping realitas sekarang saya dengan Ketua KONI Tabanan sedang berjuang diangaran perubahan di APBD, jujur saja sedikit sekali orang di panitia anggaran mau memperhatikan olahraga. “Mudah-mudahan semangat kita di sepak bola tidak luntur karena minimnya anggaran, mudah-mudahan di Tabanan sepak bola tetap hidup”, kata Boping.

Target saya tuan rumah Porprov 2019 itu di Tabanan. Tentu akan ada pembenahan-pembenahan seperti stadion. Cuma saya tekankan sebagai tuan rumah akan sangat bermartabat kalau olahraga rakyat ini kita bisa juarai saat itu. Mulai sekarang kita bangun konsolidasi sepak bola di Tabanan, semangat kita gaungkan dan gelorakan bahwa tahun 2019 futsal dan sepakbola Tabanan harus juara, ajak Boping.

Dia menegaskan, ditengah hiruk pikuknya republik ini, olahraga rakyat sepakbola ini adalah salah satu olahraga yang mengandung nilai nasionalisme dan idialisme. Melalui olahraga rakyat ini saya dan KONI akan berusaha membangkitkan idialisme dan nasionalisme di Tabanan, “Cinta Tabanan”, imbuh Boping.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua KONI Tabanan, saat ini kita punya cita-cita sebagai tuan rumah Porprov (selama Porprov hanya Kab. Tabanan yang belum pernah sebagai tuan rumah-red), tetapi dukungan belum maksimal, beberapa kali saya panas-panasin tetapi belum panas-panas juga. Bahkan untuk penghargaan atlet porprov tahun ini pun kami masih deg-degan juga, terang Dewa Ary.

“Kami dari KONI Tabanan juga mohon maaf karena anggaran sangat minim, sehingga futsal tahun ini tidak bisa tampil di Porprov, tetapi kami yakin sepakbola dan futsal Tabanan tidak akan pernah mati, pungkas Dewa Ary. (*/mp).