Lima Anggota Dewan PDI-P Tabanan Dicopot dari Jabatan Fraksi dan Kelengkapan Dewan

1308
Lima Anggota Dewan PDI-P Tabanan Dicopot dari Jabatan Fraksi dan Kelengkapan Dewan

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP tanggal 10-12 Januari 2020 berujung pada dijatuhkannya sanksi bagi sejumlah kader. Lima kader PDI Perjuangan Tabanan dicopot dari jabatanya di Fraksi dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

Selain itu satu kader juga mendapatkan peringatan keras dari DPP PDI Perjuangan  lantaran melakukan tindakan disiplin saat mengikuti Rakernas I PDI Perjuangan.

Masing-masing, Wakil Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Wayan Widnyana, Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD Tabanan I Made Suardika, Sekretaris Komisi III DPRD Tabanan I Wayan Sudiana, Wakil Ketua Komisi II DPRD Tabanan I Made Edi Wirawan, Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Made Suarta.

Sedangkan satu kader yang mendapatkan peringatan keras adalah anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tabanan I Gede Purnawan.

“Para kader tersebut diberhentikan karena melakukan tindakan tidak disiplin, meninggalkan acara yang sedang berlangsung pada saat mengikuti Rakernas I PDIP 10-12 Januari 2020 di Kemayoran Jakarta.

Berdasarkan surat dari DPD PDI Perjuangan Bali tertanggal 16 Januari 2020 yang ditandatangani oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Bali I Wayan Koster dan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Bali I Gusti Ngurah Jaya Negara, Kamis (16/1/2020).

Baca Juga:  Festival Kuliner HUT PDI P, Kenalkan Potensi Lokal Khas Tabanan

Pemberian sanksi secara tegas dilakukan sekaligus sebagai pembelajaran bagi kader lain untuk menegakkan wibawa partai dan membangun disiplin serta budaya yang tinggi di Partai dalam rangka memperkokoh partai bergerak dinamis menjadi partai pelopor.

Ditemuai di gedung DPRD Tabanan Kamis (16/1/2020) kader PDI P Tabanan yang diberikan sanksi, klarifikasi terkait sangsi dari DPD I Made Edi Wirawan didampingi I Made Suarta, I Gede Purnawan dan I Wayan Widnyana, bahwa dirinya merasa tidak melanggar disiplin saat Rakernas.

Para kader PDI-P yang terkena sanksi lantaran dianggap tidak disiplin dengan meninggalkan acara saat Rakernas I PDI-P di Jakarta saat masih berlangsung ini sangat menyayangkan keputusan tersebut. “Sebagai kader partai mereka tidak ada maksud mangkir.

Pasalnya, pihaknya dengan lima kader lainya tidak merasa melanggar disiplin,mereka berenam mengaku mendapatkan misi khusus untuk agar pelaksanaan Rakernas bisa berjalan aman dan lancar. Bahkan dia menegaskan tugas tersebut atas seizin Sekjen PDI-Perjuangan.

Baca Juga:  Pemkab Tabanan Borong 517 Ekor Babi, Jelang Galungan

Menjalankan amanat Sulinggih agar mereka memercikkan tirta dari upacara ngemit karya Rakernas ke sejumlah titik. ‘’Sebenarnya tugas itu dilaksanakan oleh saya bersama Purnawan dan Wayan Widnyana. Namun kami ajak tiga orang kader lagi untuk menjaga, mengawasi dan melindungi. Karena berada di tengah tengah ribuan kader dari berbagai daerah tentu banyak yang tidak paham arti ritual ini,’’ terangnya.

Saat itu, ia bersama kader lainya pada hari Kamis (9/1) bersama kader lainya hadir sudah ada dilokasi sebelum Ibu Ketua Umum Megawati berpidato di Rakernas dan absen boleh dicek jika dikatakan tidak ada dilokasi acara.

Meski menyatakan tidak melakukan pelanggaran kedisiplinan, namun pihaknya tetap menyerahkan keputusan pada partai. ‘’Karena perintah partai dan taat aturan partai, tatkala itu sudah jadi keputusan partai, saya siap. Tidak ada istilah melawan dan akan kami jalankan apapun yang menjadi keputusan partai kami akan taat dan tunduk dengan sanksi partai,”kata Edi Wirawan. (mp/ka)