Maling Gasak Pratima Pura Dalem Pinge

453
Petugas kepolisian melakukan Olah TKP pencurian Pratima Pura Dalem Pinge. (Ist)

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Kasus pencurian pratima kembali terjadi di Tabanan.  Kali ini sasarannya pencurian pratima di Pura Dalem Banjar Pinge, Desa Baru, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan.
Aksi tersebut diketahui,Sabtu (18/1/2020). Peristiwa tersebut bersamaan dengan pembobolan SDN I Baru  yang kehilangan monitor komputer yang bersebelahan dengan pura Dalem.

Berdasarkan informasi yang berhasil diperoleh, sekitar pukul 07.00 WITA, saksi yang juga guru di SD I baru, tiba di sekolah. Ketika memasuki ruangan guru, saksi terkejut, karena monitor komputer sudah tidak ada ditempatnya.

Setelah dicek ternyata jendela dalam keadaan terbuka, serta diatas sofa ditemukan bekas jejak kaki. Saksi meyakini sekolah dibobol maling dan juga menduga kalau di Pura Dalem Pinge yang tepatnya bersebelahan dengan sekolah juga di satrioni maling. Saksi selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Bendesa adat Pinge.

Baca Juga:  Bahas KUA PPAS 2021, Rapat Banggar DPRD Tabanan dengan TAPD

Mendapat laporan tersebut bendesa adat Pinge dan prajuru  dan pemangku langsung mengecek pura Dalem. Begitu tiba di Pura  mereka menemukan pintu Gedong utama sudah dalam keadaan terbuka. Sementara itu pula pintu gedong  juga dibongkar. Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Marga.

Petugas dari Polsek Marga dan Sat Reskrim Polres Tabanan datang  ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Dari pemeriksaan di lapangan, diketahui beberapa pratima seperti keris, uang kepang 7500 buah serta arca berbentuk Dewi Durga berlapis emas  juga hilang.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 Meningkat,Sekda Bali Serahkan 30 ribu Masker untuk Driver Gojek

Kapolsek Marga AKP I Gusti Made Sudarma saat dikonfirmasi membenarkan, peristiwa tersebut. Dijelaskan, petugas masih melakukan penyelidikan di lapangan.

“Memang benar terjadi aksi pencurian pretima di Pura Dalem Pinge dan monitor komputer di SDN I Baru yang lokasinya bersebelahan.” Saat ini pihaknya masih melakukan olah tempat kerjadian perkara (TKP), dan memeriksa sejumlah saksi-saksi. “Masih dilidik.

Akibat kejadian tersebut Desa adat Pinge mengalami kerugian sekittar Rp 80 Juta, sedangkan di SDN I Baru mengalami kerugian sekitar Rp 1,5 Juta,”tutupnya (mp/ka)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here