Mantra-Kerta, Tegaskan Kembali Komitmen Tolak Reklamasi Teluk Benoa

52

BADUNG, MEDIAPELANGI.com-Aspirasi terhadap penolakan reklamasi teluk Benoa terus datang dari warga apa komitmen dari Calon Gubernur Bali Nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta).

Hal tersebut disampaikan oleh warga mengenai komitmen pasangan Mantra-Kerta menolak reklamasi Teluk Benoa,saat menggelar kampanye dialogis di Amphiteater Garuda Wisnu Kencana (GWK), Kuta, Minggu (25/3/2018).

Rai Mantra mengatakan sejak tahun 2013 dirinya telah menolak reklamasi Teluk Benoa.Dari berbagai kajian yang  telah menunjukkan proyek reklamasi ini tidak layak untuk diteruskan.”Dari awal di Denpasar sudah tegas menolak dan sudah saya sampaikan berkali-kali, tinggal bagaimana kita bergerak bersama,” kata Rai Mantra.

Dalam kesempatan juga Cawagub I Ketut Sudikerta juga menegaskan hal yang sama. Menurutnya ada sejumlah dampak buruk yang timbul jika reklamasi Teluk Benoa dipaksakan. Pertama, jika reklamasi berjalan maka akan muncul akomodasi hotel baru. Dengan sendirinya akan memicu persaingan harga yang tidak sehat.

Nantinya  akan bersaing harga itu akan berdampak sangat buruk bagi iklim usaha di Kuta Selatan,” kata Sudikerta.

Reklamasi juga akan memicu berdatangannya tenaga kerja asing dalam jumlah yang sangat besar. Kemudian terjadi persaingan dengan mssyarakat lokal setempat. “Nanti warga lokal malah tergusur akibat reklamasi,” kata Sudikerta. Ketiga menurutnya kemacetan yang akan di timbulkan,apalagi dengan kondisi sekarang saja sudah macet semakin  parah. Apalagi jika nantinya ada reklamasi. Jalan akan semakin krodit.

Menurutnya jauh lebih baik jika pembangunan akomodasi baru diarahkan ke Bali Utara misalnya Buleleng. Sehingga akan terjadinya  pemerataan dan tidak terjadi penumpukan di Bali Selatan. Artinya tidak ada ketimpangan antara Utara dan Selatan,”tegas Sudikerta.

Apalagi di sana ada tanah milik pemprov yang luasnya ratusan hektar, jadi tidak perlu reklamasi,”Solusinya kalau tidak reklamasi adalah kita bangun Bali Utara sehingga terjadi pemerataan pembangunan,’kata Sudikerta.(TIM)