Mantra-Kerta Tetap Panen Dukungan di Jembrana

47
foto- ist - Cagub Rai Mantra saat simakrama di Jembarana

JEMBRANA, MEDIAPELANGI.com – Calon Gubernur Bali Nomor Urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, menggelar simakrama di sejumlah titik di Kabupaten Jembrana, Minggu (22/4).

Beberapa tempat yang didatangi Rai Mantra dan rombongan, seperti di Pasar Melaya, Desa Air Kuning, Loloan Barat, Tegal Cangkring, hingga Mendoyo. Rai Mantra menutup seluruh rangkaian simakrama di Bumi Mekepung, dengan menghadiri Konser Salam 2 Jari yang dihadiri ribuan massa kebanyakan anak muda.

Di beberapa lokasi, Rai Mantra sesungguhnya nyaris batal menemui warga. Pasalnya, warga setempat ditekan pihak-pihak tertentu, agar tidak memberikan ruang bagi Rai Mantra untuk berdialog. Hanya saja, berbagai tekanan tersebut ternyata tak mempan. Malah situasi tersebut membuat simpati masyarakat Jembrana semakin kuat kepada Rai Mantra.

Buktinya, di sejumlah lokasi simakrama, Rai Mantra dan rombongan disambut antusias oleh massa. Bukan itu saja, warga juga berkomitmen untuk memenangkan Rai Mantra yang berpasangan dengan Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), pada Pilgub Bali 2018.

Di Pondok Pesantren An-Nuur 2 Darushsolichin, Banjar Tengah, Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, misalnya, umat Muslim setempat menyatakan komitmennya untuk memberikan kemenangan besar kepada Mantra-Kerta.

Begitu dengan warga Tegal Cangkring, dalam simakrama yang berlangsung di kediaman mantan Bupati Jembrana, Gede Winasa. Para loyalis Winasa, pada kesempatan tersebut mengaku siap memenangkan Mantra-Kerta di daerah basis Winasa itu.

Hal senada juga terekam saat simakrama di gedung Serbaguna Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Sempat ragu acara tersebut dapat berlangsung, namun akhirnya warga antusias berdialog dengan Rai Mantra yang hadir bersama rombongan.

Berbagai tekanan yang didapatkan masyarakat dalam simakrama Mantra-Kerta di Jembrana ini, mendapat catatan khusus dari Wakil Ketua Koalisi Rakyat Bali Ida Bagus Oka Gunastawa, yang mendampingi Rai Mantra saat simakrama di gedung Serbaguna Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo.

“Ketika masyarakat ditekan, bahkan simakrama nyaris batal karena ada larangan, itu menunjukkan bahwa pasangan Mantra-Kerta sangat kuat,” ujar Gunastawa, di hadapan ratusan warga yang hadir.

Berbagai intimidasi yang terjadi, lanjut Gunastawa, juga hanya untuk menjelaskan bahwa kubu lawan sesungguhnya memiliki ketakutan yang luar biasa dalam menghadapi pasangan Mantra-Kerta yang mendapat dukungan luas masyarakat.

“Kalau pasangan Mantra-Kerta ini tidak kuat, maka tidak akan ada hal-hal seperti itu. Lawan pasti hanya duduk manis. Tetapi karena Mantra-Kerta didukung rakyat Bali, maka hanya cara-cara kotor seperti itu yang bisa mereka lakukan,” tegas Gunastawa.

Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali ini bahkan berkeyakinan, Mantra-Kerta akan menang di Kabupaten Jembrana, khususnya di Kecamatan Mendoyo. “Saya yakin, Mantra-Kerta akan menang. Bahkan menang besar di sini. Dan kita buktikan itu tanggal 27 Juni mendatang,” pungkas Gunastawa.(lit)