Melahirkan saat Jam Ujian, Mahasiswi Ini Bunuh Bayinya di Toilet Kampus

3680
Simprosa Dobe (20) Seorang Mahasiswi Pembuang Bayi Digiring Petugas. (Ist)

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Polisi menangkap pelaku pembuang jasad bayi berkelamin laki-laki di kubangan sebuah bangunan gedung mangkrak di Jalan PB Sudirman, Denpasar, Minggu (21/7/2019).

Hasil pemeriksaan terungkap jika sebelum dibuang bayi malang ini dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri bernama Simprosa Dobe (20).

“Oleh pelaku bayi tersebut dibekap mulutnya. Setelah tidak bersuara, bayi itu lalu dibuang,” ucap Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, Kamis (1/8/2019) di Denpasar.

Kapolresta menerangkan, saat tengah mengikuti ujian di kampusnya, Jumat (19/7/2019) sekitar pukul 10.30 Wita, tiba-tiba pelaku merasa sakit perut. Karena sudah tak tahan, ia lalu pergi ke kamar mandi. Ketika di kamar mandi, pelaku kemudian melahirkan.

Panik campur ketakutan saat mendengar bayi tersebut menangis, mahasiswi sebuah lembaga pendidikan berbasis informatika di seputaran Denpasar ini lalu membekap mulut bayi kandungnya hingga tak bergerak.

Bayi malang tersebut lalu dicuci untuk menghilangkan darah. Setelah bersih, bayi dibungkus menggunakan jaket almamaternya dan langsung dibuang di sebuah kubangan bangunan mangkrak, sekitar 30 meter dari kampusnya.

“Berdasarkan pemeriksaan bidan di puskesmas, usia kandungan 9,5 bulan. Motif tersangka membuang bayinya karena malu,” ungkap Kapolresta didampingi Kasat Reskrim Kompol I Wayan Arta Ariawan saat ekspose kasus.

Saat diperiksa, mahasiswi semester 2 asal salah satu daerah di NTT ini mengatakan, dirinya hamil setelah beberapa kali berhubungan badan dengan pacarnya berinisial PW, yang saat ini belum diketahui keberadaannya.

“Pelaku kita kenakan pasal 80 ayat (3) UU RI. Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana 15 tahun penjara,” kata Kapolresta.(aw)