Mensos Kemiskinan Bisa Ditekan dengan Bersinergi Semua Pihak

28
Menteri Sosial RI, Juliari P Batubara saat mendengarkan pendapat salah satu penerima BST di Kabupaten Karangasem, Bali, Jumat (21/8/2020). (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2020)

KARANGASEM, MEDIAPELANGI.com – Menteri Sosial RI, Juliari P Batubara mengatakan melalui program-program yang dikelola Kementerian Sosial, memastikan bahwa kemiskinan yang saat ini meningkat bisa diintervensi, dengan bersinergi bersama seluruh pihak.

“Kemensos memastikan bahwa kemiskinan yang meningkat minimal bisa diintervensi. Namun tidak mungkin Kemensos bekerja sendirian, dan ada dari Kementerian lain turut andil dalam menangani realitas tersebut baik para UMKM, pekerja swasta,” kata Juliari saat memberikan bantuan sosial tunai di Kabupaten Karangasem, Bali, Jumat.

Dalam kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Klungkung dan Karangasem, Bali, Menteri Juliari mengatakan bahwa situasi pandemi COVID-19, mempengaruhi tingkat kemiskinan yang meningkat, tidak hanya di Indonesia namun dunia.

“Tentunya karena adanya COVID-19, kemungkinan besar tingkat kemiskinan naik tidak hanya di Indonesia tapi dunia, meluluhlantahkan seluruh sendi-sendi kehidupan, kesehatan, sosial, ekonomi kena semua. Apalagi di Bali ini mata pencariannya dari sektor pariwisata ya tidak bisa apa-apa apalagi. Selama lima bulan tidak ada wisatawan sama sekali jadi kegiatan terkait pariwisata ikut terkena,”jelasnya.

Baca Juga:  Polres Minahasa Tenggara Tangkap Dua Pelaku Penghina Bupati di Media Sosial

Terkait dengan angka kemiskinan di daerah, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumantri menjelaskan kondisi Kabupaten Karangasem mengalami penurunan dari tahun 2015 sebesar 7,44 persen.

“Bahwa dari jumlah penduduk 43.038 RT atau 152.389 jiwa penduduk miskin (DTKS) dengan persentase kemiskinan 6,25 persen di tahun 2019, Dengan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Karangasem 67,34,” jelasnya.

Untuk persentase penduduk miskin mengalami penurunan, sedangkan Indeks Pembangunan Manusia mengalami peningkatan selama 5 tahun berturut turut dari 64,68 di tahun 2015 menjadi 67,34 di Tahun 2019.

“Penanganan dampak pandemi COVID-19 dari sisi kebijakan anggaran, yaitu refocusing anggaran tahun 2020 yang dialokasikan untuk tiga Bidang Penanganan yaitu Penanganan Bidang Kesehatan, Bidang Jaring Pengaman Sosial dan Bidang penanganan dampak ekonomi,”ucap Mas Sumatri.

Baca Juga:  Wakil Ketua MPR Syarief Hasan Pertanyakan Langkah Polri Bentuk Pam Swakarsa

Sedangkan penanganan kemiskinan di wilayah Kabupaten Klungkung, dilakukan dengan merancang beberapa program. Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menjelaskan program tersebut berupa memberangkatkan anak dari keluarga miskin ke kapal pesiar dan program hidroponik masuk kk miskin.

“Harapan kita dengan program tersebut warga miskin mendapat penghasilan tambahan dan bisa keluar dari kemiskinan,”kata Bupati Suwirta.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri Juliari berharap melalui penyaluran di E-Warong bisa di suplay dari produk Klungkung sendiri sehingga anggaran untuk bantuan pangan dari pusat bisa digerakkan di daerah masing-masing untuk ekonomi kerakyatan.(ant)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here