Menteri BUMN Rini Soemarno Kunjungi Pengembangan Pelabuhan Benoa

140
Menteri BUMN Rini Soemarno mengunjungi Pelabuhan Benoa, Denpasar, Selasa (10/9/2019).

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Menteri BUMN Rini Soemarno mengunjungi Pelabuhan Benoa, Denpasar. Bahkan Menteri Rini meninjau langsung proyek pengembangan Pelabuhan Benoa yang sempat tertunda atas permintaan Gubernur Bali I Wayan Koster.

Kepada awak media Menteri Rini Soemarno menyampaikan, dengan adanya penataan tidak hanya pariwisata saja yang akan tumbuh, kegiatan kepelabuhanan lainnya juga akan menstimulus ekonomi di Bali.

“Seperti suplai energi juga akan lebih baik karena pertamina dan LNG akan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman serta luas tentunya akan menambah kapasitas ketersediaan energi untuk Bali,” ujarnya, Selasa (10/9/2019).

Tidak hanya itu, Rini Soemarno juga menyempatkan untuk hadir diacara Guru Bendu Piduka sebagai tanda dimulainya pembangunan fasilitas pemelastian untuk Desa Adat Pedungan.

Baca Juga:  Telah Lewati Masa Retensi, Pemkab Tabanan Musnahkan 124.467 Arsip

“Dari sisi religi, sejak awal sudah masuk dalam rencana pengembangan Pelabuhan Benoa, Pelindo III telah menyelesaikan penyiapan area seluas hingga 1 hektar untuk pembangunan lokasi Upacara Melasti umat Hindu dan juga sebagai penghormatan tertinggi pada Krama Bali,” jelasnya.

Direktur Utama PT Pelindo III Doso Agung yang turut mendampingi Menteri BUMN mengungkapkan bahwa pengembangan Pelabuhan Benoa akan mendukung rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bidang Pariwisata di Bali yang didengungkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster.

“Pelabuhan Benoa disiapkan untuk menjadi gerbang laut wisatawan mancanegara yang datang ke Bali dengan kapal-kapal pesiar internasional berukuran besar. Dengan pengembangan yang terintegrasi, nantinya pelabuhan jalan masuk menuju destinasi-destinasi pariwisata andalan di sekitarnya,” ucapnya.

Baca Juga:  Kunci Nyantol, Honda Beat Raib Dibawa Kabur Pencuri

Ia menjelaskan, sesuai arahan Gubernur Bali I Wayan Koster bahwa seluruh pengembangan di Bali harus ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat Bali, melalui upaya-upaya yang selaras dengan pelestarian alam.

“Selain dari sisi religi dan lingkungan, pengembangan destinasi pariwisata dan infrastruktur pendukungannya yang selaras kearifan lokal juga akan membuka banyak kesempatan bagi terbukanya lapangan pekerjaan dan peluang berwirausaha bagi masyarakat Bali sendiri.

Selain tentunya juga berkontribusi pada perekonomian nasional, karena Pelabuhan Benoa dan sektor pariwisata Pulau Dewata merupakan bagian penting dari integrasi logistik, transportasi, dan wisata,” pungkas Doso. (aw)