Minim Lulus Passing Grade, Dewan Panggil BKPSDM

483
Komisi I DPRD Tabanan menggelar evaluasi dengan Badan Kepegawain dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan di Kantor DPRD Tabanan, Senin (19/11/2018).

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Sedikitnya peserta yang  lulus tes Standar Kompetensi Dasar (SKD) dalam penerimaan CPNS dari Kabupaten Tabanan, Komisi I DPRD Tabanan menggelar evaluasi dengan Badan Kepegawain dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan di Kantor DPRD Tabanan, Senin (19/11/2018).

Dalam rapat tersebut, hal yang paling disoroti adalah formasi guru yang dijatah sebanyak 174 orang hanya 8 orang yang lulus passing grade. Hal ini pun menimbulkan kekhawatiran Tabanan karena saat ini masih kekurangan sekitar 900 orang guru untuk jenjang SD dan SMP. Sehingga Dewan meminta agar pihak BKPSDM untuk menyiapkan permohonan atau bersurat ke Menpan RB atau Panselnas untuk memberi kebijakan namun sesuai dengan peraturan yang ada.

“Formasi yang kita peroleh itu 319, tapi yang lulus SKD hanya 112. Dan khusus untuk Tabanan karena kurangnya tenaga kependidikan, kami fokuskan itu dulu,” ujar Ketua Komisi I DPRD Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi, Selasa (20/11/2018).

Eka menyebutkan, untuk formasi guru dari ribuan pendaftar hanya 8 orang saja yang mampu lulus tes SKD atau passing gradenya. Padahal kekurangan tenaga pendidik (guru) di Tabanan sekitar 900 lebih.

“Nah bagiamana nanti permohonannya, yang jelas Tabanan masih kekurangan guru. Artinya dengan kondisi saat ini, Tabanan bisa dikatakan gagal untuk memenuhi kebutuhan guru yang berstatus PNS,” jelasnya.

Untuk kekeurangannya, kata dia, kita rasa BKPSDM sudah menyiapkan permohonan kepada Menpan RB untuk bisa menyesuaikan hal tersebut. Jika misalnya passing grade diturunkan, belum tentu jumlahnya akan memenuhi rata-rata nilai dari SDM yang mendaftar juga belum memenuhi.

“Intinya, bagaimana cara kita mengisinya nanti,  harus tetap mengedepankan atau sesuai peraturan yang ada agar tidak menyimpang,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Tabanan, I Wayan Sugatra menyampaikan, dari 319 formasi yang dijatah untuk Tabanan, yang paling banyak dicari atau dibutuhkan adalah tenaga kependidikan. Namun yang lulus hanya passing grade hanya 8 orang saja.

“Kekurangan tenaga pendidikan disini (Tabanan) sekitar 900 orang lebih. Hal itu karena terlalu lama tidak ada pengangkatan, sementara jumlah guru tiap tahunnya terus meningkat,” kata Sugatra.

Namun, kata dia, menyikapi dengan banyak formasi yang terancam kosong khususnya tenaga pendidik sudah menyiapkan permohonan kebijakan baik ke Menpan RB atau Panselnas CPNS 2018.

“Kami sudah sediakan untuk permohonan tersebut, bagaimana kita harapkan ada kebijakan untik memenuhi formasi tersebut,” tandasnya.(ka)