Miris, Bertahun-tahun Kondisi Kantor Pemadam Kebakaran Tabanan Memprihatinkan

286
Petugas menunjukan Kondisi Kantor Pemadam Kebakaran Tabanan

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Kantor Pemadam Kebakaran yang berada di Jalan Pahlawan, Desa Delod Peken, Tabanan ini kondisinya sangat memprihatinkan. Selain bangunan bocor hingga tidak berani menempati.

Dari Pantuan dilapangan dari bangunan paling timur yang digunakan petugas jaga shiff malam tak layak dipandang. Atapnya  yang terbuat dari seng di beberapa titik bolong. Kondisi ini pun kerap menyebabkan banjir ketika musim hujan dan plafonnya juga sudah hancur.  Bahkan mirisnya kalau hujan juga kerap banjir sebab airnya merebes datang dari tembok

Dan parahnya lagi kondisinya  kamar mandinya juga jebol, untuk buang air kecil pinjam di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang kebetulan kantornya satu area dengan Kantor Pemadam Kebakaran.

Sementara menurut Kasi Pemeliharaan Sarana Pemadam Kebakaran Tabanan, Dewa Nyoman Rai menuturkan, dirinya baru pindah dua tahun, dan semenjak pindah kondisi bangunan didapati sudah bocor. Apalagi bangunan disebelah timur anggota yang shiff malam tidak berani disana karena merasa was-was. “Sudah bocor di setiap titik, dan parahnya dibawah tempat ini, gudang dari BPBD segala macam tenda ada dibawah,” jelasnya.

Disamping itu kondisi kamar mandi juga tak layak pakai karena jebol. Atas kondisi itu pun petugas kerap meminjam kamar mandi di Kantor Kesbangpol,”ungkapnya. Rabu (29/8/2018).

Dijelaskan satu bangunan di sebelah barat atau tempat kerja para staff sempat diperbaiki pengecatan di tahun 2016. Tidak ada perbaikan atap maupun fisik bangunan. “Terkait ini kami sudah sampaikan ke atasan di Satpol PP Tabanan. Katanya perbaikan akan terealisasi tahun 2019 ini,” tegasnya.

Kabid IV Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Tabanan, I Ketut Suardi menjelaskan, bangunan yang ada di Kantor Pemadam Kebakaran adalah bangunan lama. Terlebih bangunan sebelah timur bekas Dinas PU Provinsi berfungsi istirahat petugas yang shiff malam itu, adalah bangunan zaman dulu. “Tahunya tak hafal, tetapi kalau bocornya sudah lama lebih dari 3 tahun,” jelasnya.

Tak jauh berbeda dengan bangunan yang digunakan staff bekerja. Atapnya juga bocor dan hancur sudah semenjak 3 tahun. Termasuk juga beberapa jendela tidak berisi kaca dan kantor juga tidak berisi pintu. Bahkan kamar mandi pun sudah hancur dan tidak layak pakai,”terang Suardi.

Suardi mengakui sudah diusulkan oleh atasanya di Sat Pol PP sejak tahun 2017. Dan Dinas PUPR PKP Kabupaten Tabanan juga sudah melakukan pengukuran. Tetapi hingga saat ini belum ada kabar kapan akan mendapat perbaikan.”Kami hanya bisa menunggu adanya perbaikan Kantor yang kondisinya sangat memprihatinkan,”pungkasnya. (ka)