Pabrik Pengalengan Ikan di Jembrana Ludes Terbakar

205
Pabrik pengalengan ikan PT Bali Maya Permai yang di Desa Tegal Badeng Barat, Jembrana, Minggu (1/12/2019)

JEMBRANA, MEDIAPELANGI.com – Pabrik pengalengan ikan PT Bali Maya Permai di Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana Bali, Minggu (1/12/2019) malam terbakar.

Tertutupnya bangunan pabrik menyulitkan petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api yang terus merembet ke ruangan lainnya.

Api membesar pada bagian atap dan merembet ke lebih dari enam ruangan yang berada dalam satu bangunan.

Kabid Perlindungan Masyarakat Sat Pol PP Kabupaten Jembrana Putu Pranajaya kabid mengaku kesulitan memadamkan api.

Selain banyaknya benda yang mudah terbakar di dalam pabrik, tertutupnya bangunan pabrik membuat api dengan cepat menghanguskan isi dalam ruangan,”katanya.

Baca Juga:  Antisipasi Masuknya Penyakit African Swine Fever (ASF) di Kabupaten Jembrana

Sementara itu Kapolsek Kota Negara Kompol I Ketut Maret mengatakan masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran ini.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran ini. “Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” kata Kapolsek Kompol Maret.

Dikatakanya saat kejadian kebakaran tidak ada aktifitas apapun di dalam pabrik karena semua karyawan libur.

Hingga kini petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan api yang terus merembet ke ruangan lainnya.Sedikitnya 3 unit mobil damkar turun ke lokasi untuk memadamkan api yang sudah merembet di bangunan tersebut.

Baca Juga:  Gubernur Koster Serahkan Hibah Kendaraan Operasional untuk Tiga Instansi

Kebakaran yang terjadi di pabrik ini selain menghanguskan atap bangunan pabrik, juga menghanguskan dokumen penting/alat laboratorium, serta mesin-mesin lainnya yang ditafsir kerugian akibat kejadian ini mencapai milyaran rupiah.

Bahkan dipastikan pihak pabrik untuk sementara akan meliburkan ratusan karyawannya.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Kini kasus ini sedang dalam penanganan petugas kepolisian setempat.(mp/ka-ak)