Pasangan Bajo Jadi Sejarah Solo dari Jalur Perseorangan Pilkada 2020

17
Bakal Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta Bagyo Wahyono dan F.X. Supardjo (Bajo) usai pendaftaran sebagai calon Pilkada Surakarta 2020 di KPU Kota Surakarta, Minggu (6-9-2020). ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

SOLO, MEDIAPELANGI.com – Bakal Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta Bagyo Wahyono dan F.X. Supardjo (Bajo) menjadi sejarah Solo sebagai calon jalur perseorangan dalam Pilkada 2020.

Organisasi Masyarakat (Ormas) Tikus Pithi Hanata Baris yang mengusung Paslon Bajo bakal mengantarkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta 2020, kata Ketua Ormas Tikus Pithi Hanata Baris Tuntas Subagyo di Solo, Senin (7/9/2020).

“Tikus Pithi berkoalisi bersama masyarakat dengan munculnya Bajo dari jalur perseorangan menjadi sejarah pada Pilkada Surakarta,” kata Tuntas Subagyo.

Menurut Tuntang Subagyo, Bajo tersebut murni mendaftarkan melalui jalur perseorangan bukan calon boneka dan settingan untuk bersaing bakal paslon lainnya, Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa.

Bakal paslon Bajo murni maju dari jalur perseorangan tanpa ikut campur pihak lain atau partai politik. Ormas Tikus Pithi Hanata Baris memastikan tidak ada kontrak politik apa pun dalam Pilkada Surakarta ini.

Tuntas menjelaskan tema pendaftaran paslon Bajo ke KPU Surakarta dengan jalan bareng. Hal ini untuk melestarikan budaya warga Solo.

Baca Juga:  Presiden Joko Widodo Instruksikan Pembangunan Pelabuhan Patimban Dipercepat

Ia mengatakan bahwa Bajo maju jalur peseorangan ini membutuhkan persiapan waktu selama 1 tahun.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat Solo untuk memenangkan Bajo pada Pilkada Surakarta, 9 Desember mendatang.

Menurut Bagyo Wahyono, pencalonan dirinya bersama F.X. Supardjo yang diusung oleh Ormas Tikus Pithi proses perjuangannya lama dan sangat berat.

Bajo telah melewati bersama melalui tahapan dukungan KTP-el dan verifikasi faktual pertama dan kedua kurang lebih 1 tahun.

Tikus Pithi Hanata Baris bersama masyarakat umum murni dilakukan secara perseorangan dan tidak ada korelasi dari politik, baik politik uang maupun kontrak politik dengan golongan mana pun.

“Bajo bisa dipastikan bukan hasil settingan dan boneka,” katanya.

Bagyo menegaskan bahwa penetapannya sebagai calon wali kota dan wakil wali kota dengan cara gotong royong dan uluran tangan Tikus Pithi dan masyarakat umum.

Menurut dia, Bajo ditunjuk Tikus Pithi Hanata Baris berlatar belakang rakyat biasa yakni dirinya sebagai seorang desainer dan penjahit, dan FX Supardjo, seorang ketua RW yang menjadi sebuah dasar pemikiran bahwa yang dibutuhkan seorang pemimpin figur amanah, bertanggung jawab, dan mengayomi semua orang.

Baca Juga:  Restorasi Rumah Ibunda Bung Karno Diharapkan Menyerupai Aslinya

Pencalonan Bajo, lanjut dia, agar bisa benar-benar mengembalikan kedaulatan di tangan rakyat.

Ia menjelaskan bahwa Bajo merupakan “Pembukaning Gapura Ning Praja”. Hal ini dalam demokrasi yang nyata dan idaman warga dan rakyat Indonesia.

Bajo mengusung visi dan misi salah satunya mewujudkan sandang, papan, dan pangan untuk masyarakat Kota Surakarta.

Perwujudan sandang yang baik maka Surakarta menjadi kota yang madani dengan pemimpin yang mengayomi masyarakat untuk bisa mempersatukan ras, agama, dan unsur lain.

Menurut dia, melalui perwujudan papan yang seutuhnya Surakarta akan menjadi kota megapolitan, mengatasi kemacetan dengan pembangunan jalan layang dan sungai bawah tanah untuk mengurangi bencana banjir di sekitar sungai.

Sebelumnya, Bajo telah mendaftarkan diri sebagai calon peserta Pilkada Surakarta 2020 di KPU setempat, Minggu (6/9/2020).(ant)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here