Pasca Aksi Bom Bunuh Diri di Surabaya, Polres Tabanan Terapkan Sistem Pengamanan Siaga Satu

38
foto - Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Pasca terjadinya bom bunuh diri di Surabaya Jajaran Kepolisian Resor Tabanan, meningkatkan pengamanan dengan status siaga satu.

Status siaga satu yang diterapkan Polres Tabanan tersebut sebagai bentuk peningkatan kesiagaan melakukan pengamanan di seluruh tempat keramaian, rumah ibadah serta tempat vital lainnya yang memungkinkan terjadianya gangguan keamanan, khususnya aksi terorisme,”kata Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa. Senin (14/5/2018).

Dikatakan Kapolres untuk wilayah Tabanan kita meningkatkan kesiagaan pengamanan atau siaga satu. Ini kita lakukan menyusul terjadinya bom bunuh diri di Surabaya yang diduga dilakukan oleh jaringan terorisme,” jelas Kapolres Sinar Subawa.

Dijelaskan adapun peningkatan kesiagaan yang diberlakukan di Polres Tabanan, di sejumlah titik rumah ibadah atau tempat-tempat vital lainnya. Namun lebih mengedepankan kesiagaan personel dengan melakukan patroli gabungan bersama dengan Kodim 1619/ Tabanan.

Diakuinya, dalam upaya mencegah terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan dari kelompok tertentu atau terorisme, Polres Tabanan dengan melibatkan seluruh unsur terkait, mulai polres, polsek, Babinkamtibmas, Babinsa serta tokoh agama setempat untuk sama-sama menjaga rumah ibadah yang ada di wilayahnya. “Kita sudah mengimbau kepada seluruh jajaran, mulai polres, polsek, Babinkamtibmas dan tokoh agama dari kota hingga di pelosok desa untuk sama-sama ikut berpartisipasi menjaga kemanan,’’ Jelas Kapolres.

Kapolres berharap, peningkatan status keamanan menjadi siaga satu ini bisa mencegah agar kasus serupa tidak terulang lagi. “Semua personel siaga satu Polres Tabanan semua wilayah jadi prioritas, dengan kegiatan razia kendaraan,  penduduk pendatang,  serta pengamanan markas komando (Mako),” tegasnya.

Kapolres menghimbau kepada seluruh warga agar tetap waspada terhadap penduduk pendatang dan tetap beraktifitas seperti biasa, percayakan penanganan kepada pihak kepolisian, dan mohon doa juga kepada masyarakat hal-hal yang mencurigakan agar sesegera mungkin melaporkan ke pihak kepolisian,  sehingga akan dilakukan langkah – langkah , untuk menjaga agar hal – hal yang tidak diinginkan tidak terjadi di Tabanan, seperti tragedi di Surabaya,”ujarnya.(ka)