Pasokan Seret, Harga Bumbu Dapur di Jembrana Merangkak Naik

237
Pedagang Bumbu Dapur di Salah Satu Pasar Jembrana.

JEMBRANA, MEDIAPELANGI.com – Komoditi bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, tomat dan cabe mengalami kenaikan harga di beberapa pasar di wilayah Jembrana, Minggu (5/1/2020).

Komoditi bumbu dapur di Jembrana telah mengalami kenaikan harga sejak seminggu terakhir ini.

Kenaikan harga komoditi bumbu dapur ini diakibatkan pasokan dari Jawa yang seret yang diduga akibat musibah banjir yang terjadi di beberapa daerah penghasil bumbu dapur di Jawa. Harga cabai kecil sejak awal tahun terus melonjak yang awalnya seharga Rp 38 ribu per kg, saat ini naik hingga Rp 45 ribu per kg, dan Minggu pagi kembali naik menjadi Rp 55 ribu per kg.

Baca Juga:  Sempat Dilaporkan Hilang, Nelayan Asal Pengambengan Ini Pulang dengan Selamat

Sementara itu harga cabai merah besar melonjak dari seharga Rp 30 ribu per kg, menjadi Rp 35 ribu per kg.

Tomat harganya juga mengalami kenaikan dua ribu rupiah per kg dari Rp 10 ribu per kg,  menjadi Rp 12 ribu per kg.

Harga bawang merah juga melonjak dari Rp 28 ribu per kg, menjadi Rp 35 ribu per kg. Sedangkan harga bawang putih juga melonjak dari Rp 25 ribu per kg menjadi Rp 32 ribu per kg.

Beberapa pedagang bumbu dapur di pasar ini mengaku melonjaknya harga bumbu dapur ini diakibatkan oleh seretnya pasokan bumbu dapur dari Jawa yang diduga akibat banjir yang terjadi di beberapa daerah penghasil bumbu dapur,”ujar Komang Astika pedagang bumbu dapur, Minggu (5/1/2020).

Baca Juga:  Puncak Karya Pengurip Gumi di Pura Luhur Batukau, Wagub, Wawali, Rektor hingga Profesor Ngayah Nyolahang Topeng

Sementara itu melonjaknya harga bumbu dapur dikeluhkan salah seorang pembeli bumbu dapur, Iluh Sumertini mengaku terpaksa mengurangi jumlah pembelian bumbu dapur lantaran harga bumbu dapur yang mahal.

Selain harga yang mengalami lonjakan akibat pasokan dari Jawa yang seret, pedagang khawatir jika banjir terus terjadi di Jawa pasokan bumbu dapur disejumlah pasar akan menipis dan terjadinya kelangkaan.

Pedagang bumbu dapur berharap Pemerintah segera turun tangan menangani masalah ini agar harga dan pasokan bumbu dapur disejumlah pasar dikabupaten Jembrana Bali bisa kembali stabil. (mp/ka-ak)