Pekan Expo HDKD, Karya Napi Dipamerkan di Lapas Tabanan

86
Pekan Expo Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) Kemenkumham, Kalapas Tabanan I Putu Murdiana Pamerkan Hasil Karya Napi Lapas

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Bicara tentang rumah tahanan, tentu kita berfikir dengan orang-orang yang terlibat dalam kejahatan atau kriminalitas. Namun tidak sedikit orang yang berada di dalam lapas itu yang mempunyai kemampuan dan keterampilan.

Ini yang ditunjukkan oleh warga binaan narapidana lembaga pemasyarakatan (lapas) Klas II B Tabanan yang dipamerkan dalam acara Pekan Expo Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) Kemenkumham, Jumat (26/10/2018).

Adapun Produk unggulan yang akan dipamerkan antara lain mulai dari miniatur sepeda motor, becak, kapal laut, kotak tisue, bokor dan sokasi. Sebagai besar hasil karya napi lapas Tabanan terbuat dari bahan koran. Tidak hanya itu dipamerkan juga patung hasil ukiran dari kayu.

Kalapas Tabanan I Putu Murdiana mengatakan pameran expo kali ini lebih kepada menampilkan hasil karya seni yang dibuar warga binaan Lapas Tabanan. Masyarakat hanya mengira ketika orang berada di dalam lapas hanya berada dibalik jeruji besi. Tetapi dibalik itu napi juga dapat melakukan aktivitas positif. Bukti dapat membuat karya seni yang bernilai ekonomi tinggi.

Dikatakan Murdiana kegiatan ini diharapkan nantinya warga binaan setelah keluar dari rutan ini dapat berguna bagi dan di masyarakat.

“Digali apa kemampuan dari warga binaan kita, dan kita berikan ruang-ruang serta bekal ilmu agar nanti setelah keluar mereka tidak mengulangi apa kejahatan yang mereka perbuat dimasa yang lalu,”ujarnya.

Pada pekan expo ini selain menampilkan kerajinan tangan hasil napi. Pihaknya juga memberikan pelayanan gratis kesehatan kepada masyarakat. Seperti pemeriksaan gula darah, tensi darah dan pengobatan lainnya. Pameran ini digelar selam dua hari. Mulai 26 sampai dengan  27 Oktober.

“Kami juga berikan pelayanan cuci motor gratis yang dikerjakan olah para napi. Setelah memalui proses pembelajaran keterampilan usaha didalam lapas. Setelah itu dipraktekkan,” ujarnya.

Pihaknya yakin hasil kerajinan tangan para napi ini dapat bertahan lama dan masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas kerajinan yang terbuat dari koran bekas.

Sebelum dibentuk, koran dipotong lalu digulung menyerupai rotan. Gulunganya pun padat karena dibuat berlapis. Hasil kerajinan ini dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp 100.000 – Rp 350.000.

“Hasil karya warga binaan dipasarkan oleh keluarga warga binaan itu sendiri. Kadang ada pula yang langsung membeli kepada kami. Sebenarnya kami sebagai perantara menyiapkan bahan baku koran. Hasilnya penjualan tersebut sedikit tidaknya membantu keuangan para napi,” jelasnya.

Saat di temui salah satu napi lapas Tabanan Nyoman Sukarya (59 ) mengatakaan hasil karyanya berupa patung yang terbuat dari kayu membutuhkan pengerjaan selama 3 hari. Dari awalnya sebagai tukang ukir dengan membuat patung kata pria yang tersandung kasus korupsi ini. Hasil karya yang di buat berupa patung kayu di beli kisaran Rp 75 ribu sampai Rp150 ribu tergantung dari ukuran patung tersebut,”pungkasnya. (ka)