Pemkab Jembrana Gelar Makan Babi Guling Bersama di Tengah Isu Flu Babi Afrika

110
Pemerintah Kabupaten Jembrana menggelar acara makan babi guling bersama di tengah isu wabah African Swine Fever (ASF) atau Flu Babi Afrika.

JEMBRANA, MEDIAPELANGI.com – Demi meyakinkan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Jembrana menggelar acara makan babi guling bersama di tengah isu wabah African Swine Fever (ASF) atau Flu Babi Afrika.

Aksi makan babi guling yang dipimpin Bupati Jembrana I Putu Artha ini dilakukan agar masyarakat terutama peternak Babi di Kabupaten Jembrana tidak panik dan takut memakan daging babi. “Apalagi jelang penampahan Galungan dan Kuningan.

“Jangan sampai karena takut akan virus demam babi afrika,banyak warga yang urung untuk mepatung,agar masyarakat percaya daging babi di Jembrana ini aman untuk dikonsumsi.

Baca Juga:  Ini Langkah Bupati Eka Antisipasi Membludaknya Pengunjung Pasar Tradisional di Tabanan

“Ini acara yang sangat baik untuk memulihkan kepercayaan masyarakat. Jadi, mari bersama-sama meyakinkan masyarakat bahwa mengkonsumsi daging babi itu aman, asal dimasak dengan matang,” kataBupati I Putu Artha usai mencicipi gurihnya kulit Babi guling,Kamis (13/2/2020).

Aksi makan babi guling ini juga diikuti Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Forkopinda,Kepala Dinas,camat,hingga Kepala Desa dan Kelurahan.

Bupati Jembrana I Putu Artha menambahkan agar masyarakat Jembrana lebih yakin dalam membeli daging babi, Dinas Pertanian dan Pangan Bidang Kesehatan Hewan akan mengeluarkan surat rekomendasi kepada tempat jagal babi dan penjual daging babi yang isinya bahwa daging babi yang dijual betul-betul layak dikomsumsi dan terbebas dari virus demam babi afrika atau ASF yang selama ini ditakuti masyarakat.

Baca Juga:  Cegah Penyebaran Corona, Gubernur Koster Imbau Masyarakat Bali Tetap di Rumah Sehari Setelah Nyepi

Menurut dia, sangat penting edukasi pada masyarakat supaya tidak menerima informasi terkait isu Flu Babi Afrika sepotong-sepotong.

Selain itu jaminan ini bisa membantu harga daging babi tetap stabil,dan peternak juga tidak sampai menjual murah-murah babi mereka akibat dampak wanah virus ini.

“Intinya jangan takut mengkonsumsi daging babi. Daging babi aman,mepatung yes” tutup Bupati Jembrana.(mp/ak)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here