Peneliti UNUD Gelar FGD, Kaji Pengembangan Pariwisata Kesehatan di Bali

312

Denpasar (Mediapelangi.com)-  Dampak persaingan pariwisata kini semakin nyata, terbukti data menunjukan pertumbuhan wisatawan ke Bali terus melambat.

Pesaing industri pariwisata Bali terutama datang dari lingkungan negara-negara ASEAN, Jepang dan Korea, Demikian dikatakan oleh Prof. Dr. Ni Wayan Sri Suprapti, SE., M.Si., Ketua Peneliti UNUD saat menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada Selasa (29/8/2017) bertempat di Kantor Asita Bali Jl. Puputan Renon, Denpasar.

Menurut Suprapti, menghadapi persaingan yang semakin ketat, salah satu strategi alternatif yang bisa digarap oleh Pemrov Bali adalah pengembangan pariwisata kesehatan. Karakteristik alam dan budaya Bali sangat mendukung, sehingga dalam jangka pendek layak dikembangkan pariwisata  wellnes (Hidup dalam keseimbangan jiwa dan raga-red). Bidang ini mampu ditawarkan oleh Bali untuk menarik wisatawan yang memiliki motif tertentu khususnya yang mencari jasa yang bisa meningkatkan kesehatan tubuh dan jiwanya.  “Selama ini para penyedia jasa sudah menunjukan kesiapan dan wisatawan sudah menunjukan kepuasannya  dan bersedia berkunjung kembali di masa yang akan datang, terang Suprapti.

Baca Juga:  Update Corona 25 Mei: Pasien Positif 396, Sembuh 295 Orang

“Model dan sinergisitas pengembangannya pariwisata kesehatan di Bali masih perlu terus dibenahi, kedepan isu pariwisata kesehatan harus bisa sejajar dengan isu pariwisata budaya”, pungkasnya.

FGD yang berlangsung sehari ini diikuti oleh belasan peserta yang berasal dri kalangan akademisi, praktisi pariwisata dan kalangan mahasiswa (mp).