Penjualan Produk Pertanian Lewat Pasar Tematik, Solusi Koster Untuk Tingkatkan Pendapatan Petani Bali

143

BANGLI, MEDIAPELANGI.com-Calon Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster menggelar kampanye di Kabupaten Bangli. Ada beberapa hal program prioritas yang dipaparkannya di hadapan sejumlah warga. Salah satunya adalah program meningkatkan pendapatan petani di Bali. Dalam sektor pertanian, khususnya di Kabupaten Bangli seperti jeruk, kopi dan produk holtikultura lainnya Koster menginginkan agar diurus mulai hulu hingga hilir.

“Saya ingin selesaikan itu, karena biasanya di hilir yakni pasca-panen, biasanya harga hasil pertanian anjlok,” terang Koster di hadapan ratusan warga Banjar Abuan, Desa Pakraman Abuan, Kecamatan Susut, Bangli, Sabtu(24/3/ 2018).

Salah satu opsi yang akan dilakukan Koster adalah membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di masing-masing kabupaten yang akan dibuatkan aturan kerja sama lintas kabupaten. Tujuannya agar hasil pertanian lintas kabupaten itu bisa disalurkan di sentra industri pariwisata Bali seperti Kabupaten Badung, Denpasar dan Gianyar.

Opsi lainnya, Koster juga akan membuat pasar-pasar tematik di masing-masing pasar yang sudah ada, khususnya untuk hasil pertanian Bali. “Di pasar-pasar juga saya buatkan pasar tematik. Misalnya pasar jeruk, pasar manggis, pasar salak, pasar mangga dan lainnya,” ujarnya.

Tujuan pasar tematik agar terjadi pemerataan keberadaan buah lokal dan hasil pertanian Bali di pasar-pasar seluruh Bali. “Nanti juga industri olahannya akan dibantu permodalamnya akan dibantu oleh BPD, LPD dan bank-bank negeri maupun swasta. Kita akan sinergikan agar mereka bisa berkontribusi terhadap perekonomian Bali,” tuturnya.

Program pertanian merupakan prioritas yang akan diberikan porsi berlebih. Hal itu juga yang dipesan secara khusus oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Bahkan, Koster diajak khusus oleh Megawati ke Thailand melihat langsung bagaimana sektor pertanian di sana diusur dari hulu hingga hilir dan bersinergi dengan industri pariwisata.

“Di sana (Thailand) bagus sekali pasca-panennya. Saya akan terapkan di sini. Jadi begitu panen, petani mendapat penjualan yan cukup bagus dan memadai hasilnya,” katanya. Selain itu, soal harga juga akan diatur secara khusus oleh Koster. Petani, ia melanjutkan, minimal mendapatkan keuntungan minimal 20-25 persen dari modal yang dikeluarkannya.

“Jadi, keuntungannya harus jelas. Nanti disinergikan dengan sektor pariwisata. Sekarang saja itu wisatawan yang datang ke Indonesia ditarget pemerintah 18 juta pada tahun ini. Di Bali itu 35 persennya atau 6 jutaan. Ditambah wisatawan domestik 9-10 juta tiap tahunnya,” papar Koster.

Dengan jumlah itu, ia percaya hasil pertanian Bali dapat terserap dengan baik di sektor pariwisata. Ia ingin membuat aturan agar hotel-hotel dapat menyerap produk pertanian Bali. Ia yakin wisatawan juga akan senang manakala memakan buah lokal. “Sehingga turis itu totalitas merasakan Bali,” tuturnya.(mp)