Penyerahan Sertifikat Kompetensi Aparatur dan Pelaku Usaha Kelautan Perikanan Se-Bali

220
Wakil Bupati Komang Gde Sanjaya Menyerahkan Sertifikasi Profesi Kelautan dan Perikanan (LSP-KP) melalui Program PSS BNSP TA 2018

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Lembaga  Sertifikasi Profesi Kelautan dan Perikanan (LSP-KP) melalui Program PSS BNSP TA 2018 memberikan penyerahan sertifikat kompetensi kepada aparatur Dinas Perikanan dan pelaku usaha perikanan Kabupaten/Kota Se-Bali, Senin (26/11/2018) di Gedung Ketut Maria Tabanan.

Seperti diketahui selama tahun 2018 sebanyak 290 orang telah mengikuti uji kompetensi yang diadakan di P2MKP Karya Lestari yang merupakan satu-satunya tempat uji kompetensi profesi bagi pelaku industri kelautan dan perikanan di Bali.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Kepala Dinas Perikanan I Made Subagia, Ketua TUK P2MKP Karya Lestari Ni Made Putriningsih Wirna, Direktur LSP KP Herry Maryoto dan Direktur BNSP  Utami Widiasih.

Ni Made Putriningsih Wirna dalam laporannya mengungkapkan adapun tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mengantisipasi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). Dalam hal ini diperlukan upaya untuk memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia dipasar global maupun kinerja Aparatur Pemerintah serta pelaku usaha perikanan dengan menempatkan penguasaan kompetensi sebagai fokus pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan.

“Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Perikanan Kabupaten Tabanan dan TUK P2MKP Karya Lestari Tabanan siap mendukung pelaksanaan sistem sertifikasi di Bidang Kelautan dan Perikanan menuju Industrialisasi 3.0.” jelasnya.

Dijelaskan jumlah peserta yang telah mengikuti uji kompetensi sebanya 290 orang dengan rincian 240 orang melalui anggaran PSS BNSP tahun 2018, 30 orang dari APBD melalui dana hibah ke P2MKP Karya Lestari dan 20 Orang dari APBD melalui kegiatan di Dinas Perikanan Kabupaten Tabanan. Pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat.

Baca Juga:  Cegah Kebocoran Retribusi , DTW Tanah Lot Terapkan E-Ticketing

“Terima kasih kepada BNSP serta LSP KP, Pemerintah Kabupaten Tabanan dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ke depannya kami berharap agar program ini dapat berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Tabanan.” imbuhnya.

Herry Maryoto mengungkapkan bahwa Kabupaten Tabanan dalam 3 bulan terakhir sangat luar biasa dalam pengakuan kompetensi. Dirinya berharap pencanangan Indonesia Kompeten 2025 bisa menjadi lebih cepat dicanangkan setidaknya 2023.

“Saya lihat prestasi Kabupaten Tabanan dalam pengakuan kompetensi sangat luar biasa. Berdasar laporan P2MKP saat ini sudah tercatat 290 orang. Saya optimis bahwa Tabanan bisa mendukung Indonesia Kompeten.” ungkapnya.

Dijelaskan sertifikat kompetensi ini memberikan banyak manfaat diantaranya dapat menghadapi MEA dan persaingan kerja serta jaminan dan pengakuan yang akan didapatkan oleh pemegang sertifikat/industri tersebut.

“Dengan adanya sertifikat kompetensi ini akan membuktikan bahwa seseorang atau industri tersebut telah kompeten dan berstandar. Sehingga ada jaminan dan pengakuan dari negara terhadap kompetensi SDM. Saya harap ke depannya ini terus di tingkatkan.” imbuhnya.

Baca Juga:  Puluhan Pegawai Rutan Negara Jalani Tes Urine

Sementara itu Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wabup Sanjaya memberikan apresiasinya kepada LSP-KP, Dinas Perikanan, P2MKP Karya Lestari serta semua pihak yang telah terlibat dalam kegiatan ini, serta kepada semua penerima sertifikat.

“Selamat kepada para penerima sertifikat kompetensi bagi para pelaku usaha perikanan, dan juga kepada aparatur yang dinyatakan lulus sebagai asesor kelautan perikanan,” katanya.

Pihaknya menjelaskan dalam upaya pemanfaatan potensi sumberdaya perikanan yang cukup besar diperlukan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan memiliki kompetensi profesi sebagai tenaga kerja, khususnya di bidang usaha kelautan dan perikanan.

“Penyiapan tenaga kerja yang berkualitas ini bisa dilakukan dengan menggunakan pendekatan pelatihan berbasis kompetensi baik untuk jenis usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, budidaya perikanan dan usaha tangkap.” ungkapnya.

Dengan kompetensi profesi yang telah dimiliki, para pelaku industry di sektor perikanan akan mampu memproduksi ikan dan membuat aneka olahan ikan yang bergizi tinggi, harga terjangkau dan digemari masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Tabanan mendorong juga sertifikasi UKM pengolahan ikan sebagai bukti autentik atas mutu dan kelayakan konsumsi produk olahan hasil perikanan untuk meningkatkan daya saing di era MEA.” imbuhnya.(rls)