Perahu Nelayan Yeh Gangga Dihantam Ombak, Satu Tewas Satu Selamat

2051
Salah satu nelayan yang selamat saat mendapatkan penanganan medis di RS Wisma Prasanthi, Tabanan, Jumat (6/9/2019). (Ist)

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Dua orang nelayan bernama I Nyoman Najo (49) dan I Wayan Kuwanti (53) mengalami nasib naas ketika berangkat melaut untuk mencari ikan, Jumat (6/9/2019) sekitar pukul 06.00 Wita.

Perahu milik kedua korban yang merupakan warga Banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan, Kabupaten Tabanan, Bali ini diterjang ombak besar di Pantai Yeh Gangga tepatnya sebelah selatan Waka Gangga Hotel.

Kronologi kejadian berawal saat kedua nelayan berangkat melaut dengan menggunakan perahu masing-masing dengan jarak 15 meter. Sekitar 10 meter dari pinggir pantai atau setelah melewati ombak pertama situasi masih aman.

Namun saat akan mempercepat mesin perahu, tiba-tiba datang ombak besar setinggi kurang lebih 2,5 hingga 3 meter menghantam kedua perahu sehingga perahu terbalik dan kedua nelayan jatuh tenggelam terseret ke tengah laut.

Baca Juga:  Pengacara, Yakin Kliennya Tidak Terlibat Perampokan di Money Changer 

Kedua korban kemudian mengambil pelampung miliknya yang mengapung di laut dan berusaha berenang ke pinggir laut. Setelah berenang kurang lebih 30 menit, kedua nelayan sampai di pinggir pantai dan ditolong oleh beberapa nelayan yang sudah menunggu.

“Oleh nelayan setempat keduanya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Wisma Prasanthi Tabanan,” terang Kasubbag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta saat dikonfirmasi terpisah.

Kejadian tersebut mengakibatkan Nyoman Najo mengalami rasa sakit di bagian dada dan kepala pusing. Setelah menjalani perawatan selama 2 jam, korban diperbolehkan untuk pulang dan rawat jalan.

Baca Juga:  Disenggol Truk Hino, Pengendara Motor Tewas

Berbeda dengan I Wayan Kuwanti. Ia tidak sadarkan diri dan menurut keterangan dokter di dalam paru-paru korban terdapat air sehingga harus dikeluarkan. Tubuh korban dipasangi peralatan serta menjalani perawatan intensif di Ruang ICU Rumah Sakit Wisma Prasanthi Tabanan.

“Wayan Kuwanti meninggal dunia dalam perawatan pada pukul 17.00 Wita,” jelas Kasubbag Humas.

Sementara atas kejadian perahu kayu milik Nyoman Najo rusak berat sehingga korban mengalami kerugian kurang lebih Rp 13 juta. Sedangkan perahu milik Wayan Kuwanti yang terbuat dari bahan fiber hanya rusak ringan.(aw)