PHRI BPC Kabupaten Klungkung Periode 2017-2022 Dikukuhkan

87

Klungkung (Mediapelangi.com)- Setelah terbentuk bulan Juni 2017 lalu, Pengurus PHRI BPC Kabupaten Klungkung periode 2017-2022 hari ini, Soma Umanis Sungsang, Senin (23/10/2017) di kukuhkan.

Pengukuhan dilaksanakan oleh Ketua PHRI BPD Bali DR. Ir. Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, M. Si alias Cok Ace, bertempat di Pemedal Agung depan Kantor Bupati Klungkung.

Turut menghadiri upacara pengukuhan, jajaran Pengurus PHRI BPD Bali, Perwakilan PHRI BPC kabupaten/kota se-Bali, Perwakilan Pemkab Kab. Klungkung dan udangan lainnya.

Acara pokok pengukuhan berupa pembacaan SK Kepengurusan dibacakan oleh Sekretaris PHRI BPD. Bali Perry Markus dan penyerahan bendera petaka oleh Ketua PHRI BPD Bali Cok Ace kepada Ketua terpilih PHRI BPC Kabupaten Klungkung I Wayan Kariana.

Dalam sambutannya Ketua PHRI BPD Bali Cok Ace menyambut baik telah terbentuknya PHRI BPC. Kabupaten Klungkung sebagai asosiasi PHRI yang ke-9 atau terakhir terbentuk di wilayah Provinsi Bali.

Pada kesempatan ini Cok Ace juga menekankan, pentingnya melakukan pendataan anggota sebagai langkah awal (data base) dalam penyusunan program kerja.  PHRI Klungkung juga diharapkan bisa bekerjasama dengan Pemkab Klungkung terkait perijinan yang harus terus disosialisasikan menyangkut kelengkapan fasilitas (amenities) dan gender, terangnya.

Terkait pajak SPA yang masih tinggi di Kabupaten Klungkung (40%), Cok Ace juga berharap agar segera dicarikan solusi terbaik agar industri pariwisata di Klungkung bisa berkembang. “Industri pariwisata di Klungkung sudah berkembang dengan baik terutama di Lembongan, diharapkan melalui adanya PHRI Klungkung akan terjalin koordinasi dan komunikasi yang lebih baik dengan pemerintah Kabupaten Klungkung, harap Cok Ace.

Setelah acara pengukuhan selesai, pengurus PHRI BPC. Kabupaten Klungkung langsung menggelar rapat kerja untuk menyusun program kerja periode 2017-2022.

Belakangan ini keberadaan ososiasi PHRI terus digenjot dan diberdayakan oleh pengurus beserta jajarannya menyikapi perkembangan dunia pariwisata yang multidemesi. Aspek kebijakan, pelayanan, promosi dan kompetisi telah menjadi perhatian serius, termasuk terakhir PHRI bersama stakeholders juga mengambil peran dalam mekanisme adaptasi dan mitigasi kebencanaan dari sisi kepariwisataan Bali terkait dampak gejala erupsi Gunung Api Agung. (*/mp).