Pilpres 2019, Golkar Bali Deklarasikan Airlangga Hartarto Dampingi Jokowi

76

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – DPD Partai Golkar Bali I Ketut Sudikerta bersama jajaran Ketua DPD II Kabupaten/Kota se-Bali mendeklarasikan dukungan kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk maju sebagai Calon Wakil Presiden (cawapres) mendampingi Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019.

Dukungan ini dideklarasikan usai Airlangga Hartanto membuka Orientasi Fungsionaris Partai Golkar Provinsi Bali Tahun 2018, di Hotel Inna Grand Bali Beach Sanur, Denpasar, Rabu (20/06/2018).

“DPD Golkar Bali dan DPD II Golkar Kabupaten/Kota mendukung Pak Airlangga Hartanto sebagai cawapres Pak Jokowi,” kata Sudikerta yang langsung disambut tepuk tangan dan teriakan gemuruh ratusan kader dan fungsionaris Golkar se-Bali yang hadir.

Sudikerta mengakui sosok Airlangga dianggap layak lantaran diyakini bisa membawa Indonesia menjadi lebih maju.

“Pak Airlangga sangat pas mendampingi Pak Jokowi. Beliau juga sangat visioner dan kami yakin bisa membawa Indonesia lebih maju,” tegas Sudikerta.

Deklarasi dukungan tersebut disambut baik Airlangga Hartanto. Namun menurut Airlangga untuk bisa menjadi cawapres tergantung keputusan Presiden Jokowi. “Aspirasi parpol lain dan Golkar pasti akan dipertimbangkan,” katanya.

Menurut Airlangga partai koalisi pendukung Jokowi telah sepakat siapa yang menjadi cawapres diserahkan sepenuhnya pada Jokowi. Namun pihaknya tetap mendorong adanya mekanisme yang jelas dan transparan. Sebab setiap partai pengusung memiliki gagasan dan calon wakil presiden masing-masing.

“Dari silaturahmi, one on one dan keputusan parpol pendukung, untuk cawapres sepakat diserahkan ke presiden. Yang perlu dipahami adalah mekanismenya, ” tegasnya.

Bagi Golkar, Pilpres ini berorientasi pada melanjutkan dan meningkatkan pembangunan bangsa. Terlebih ideologi Golkar adalah pembangunan atau kekaryaan.

“Bagi Golkar, orientasinya adalah pembangunan. Maka kita satu nafas satu tujuan dengan Presiden Jokowi,” imbuhnya.

Saat ini Airlangga mengaku fokus pada pemenangan pilkada serentak 27 Juni 2018 termasuk Pilgub Bali. Sebab, peluang kemenangan Pilkada di Bali sangat penting untuk bisa menaikkan elektabilitas dan perolehan suara pada Pemilu 2019. Baru selanjutnya adalah Pileg dan Pilpres 17 April 2019. (mp)