PINBAS MUI Sepakat Sinergi dengan Kemenkop Terkait Kopi Plaga

104
Direktur Pusat Inkubasi Bisnis Majelis Ulama Indonesia (MUI) Azrul Tanjung (tengah) didampingi Deputi Pembiayaan Kementrian Koperasi dan UKM, Yuana Setyowati. (foto : ist)

BADUNG, MEDIAPELANGI.com – Setelah menembus pasar Starbucks, petani kopi di Banjar Semanik Sari, Desa Plaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung menggelar Panen Raya Kopi. Panen raya yang difasilitasi Coop Cofee Kementrian Koperasi ini juga menghadirkan Direktur Pusat Inkubasi Bisnis Majelis Ulama Indonesia (MUI) Azrul Tanjung.

“Panen Raya Kopi untuk mempersiapkan ekspor kopi 5 kontainer di tahun 2019. Kedatangan Bang Azrul saat Panen Raya Kopi Plaga ini untuk melakukan verifikasi di lapangan bahwa adalah benar, kegiatan pemberdayaan kopi Kemenkop oleh Kopnas berjalan nyata,” ungkap Ketua Koperasi Nasional, Reza Fabianus, Sabtu (10/8/2019) di Badung.

Mengamini pernyataan Reza, Direktur Pusat Inkubasi Bisnis Majelis Ulama Indonesia (MUI) Azrul Tanjung mengatakan, pihaknya sepakat bersinergi dengan Kementerian Koperasi melalui Coop Cofee untuk mendorong program kedaulatan pangan untuk komoditas ekspor.

Azrul yang juga menjabat Ketua Komite Ekonomi MUI, ini lantas mengapresiasi kinerja Coop Coffee Program Kementrian Koperasi melalui Deputi Pembiayaan, karena berkat edukasi yang dilakukan kepada para petani maka Kopi Pelaga menembus pasar internasional yakni Starbucks, yang telah berkomitmen membeli hasil kopi petani Pelaga. Pihaknya juga berjanji akan memfasilitasi petani kopi Pelaga agar menjadi kopi global.

“Masuknya Starbucks sudah menunjukan bahwa Starcbuks tidak hanya berkomitmen kepada petani, tetapi mereka melihat bahwa kualitas kopi di sini bagus, prosesnya juga bagus sehingga pasar sangat terbuka. Jadi ini menjadi hal penting kearifan ekonomi lokal bagi masyarakat Bali. Saya kira potensinya sangat-sangat bagus,” ucapnya.

“Ini kenapa petani kita terus menerus harus kita edukasi, karena, hasilnya bagus tapi prosesnya kurang bagus, akhirnya menghasilkan hasil yang kurang bagus. Kopinya kan bagus sekali ini, tapi kalau yang dipanen itu bukan kopi cherry atau kopi yang merah ya hasilnya kurang bagus,” lanjut Azrul.

Ia menegaskan, bersama Kementerian Koperasi dan UKM melalui Deputi Pembiayaan dan menggandeng para pengusaha, PINBAS MUI tengah mempersiapkan program ‘Kedaulatan Pangan’ yang salah satunya mengusung model program petani kopi yang sudah dijalankan oleh Coop Coffee.

MUI berharap, arus ekonomi baru yang diprogramkan oleh Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam program kerja Kabinet Indonesia Kerja (KIK) nantinya, dapat mendorong semua hasil pertanian ciri khas lokal dapat menjadi hasil hasil yang bersaing secara global.

“Kita berharap ke depan, membangun ekonomi Indonesia ini berdasarkan lokal. Jadi ciri-ciri khas daerah harus kita tonjolkan, nah ini yang perlu kita lakukan kedepan dan lebih dari itu, kopi-kopi khas ini menjadi kopi global, kopi internasional,” ujar Azrul Tanjung.

Sementara itu, Deputi Pembiayaan Kementrian Koperasi dan UKM, Yuana Setyowati mengatakan, program Koperasi Nasional (Kopnas), terkonsentrasi pada isu Ekonomi. Karena itu Deputi mengimbau masyarakat agar dalam mendukung dan menyukseskan program nasional, tidak ditarik ke isu Agama.

“Tujuan program Kementrian Koperasi dan UKM melalui Kopnas adalah lebih concern di sisi ekonomi, tidak ‘ditarik-tarik’ ke isu ranah agama,” kata Deputi Pembiayaan Kemenkop. (aw)