Polda Bali Tangkap DPO Kartono Karjadi Pemilik Hotel Kuta Paradiso

75
Saat Kartono Karjadi dijemput oleh petugas Polda Bali, Jumat (4/9). ANTARA/HO-Humas Polda Bali. (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2020)

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Polda Bali menangkap seorang DPO atas dugaan memberikan keterangan palsu dalam akta otentik dan penggelapan serta pencucian uang, Kartono Karjadi, yang juga merupakan pemilik Hotel Kuta Paradiso, di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta..
“Dia ditangkap saat itu berdua sama istrinya, karena overstay di Hongkong. Tersangka dipulangkan ke Indonesia atas upaya Konsul Imigrasi Hongkong, KJRI Hongkong, juga bekerjasama dengan Otoritas Hongkong, perwakilan Polri di Hongkong, perwakilan Kejaksaan di Hongkong, Divhubinter Polri, Polda Metro Jaya dan Polda Bali,” kata Direktur Kriminal Khusus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho saat dihubungi di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan bahwa Hartono Karjadi dilaporkan ke Polda Bali bersama Harijanto Karjadi dengan nomor laporan; LP/74/II/2018/SKPT/Polda Bali tanggal 27 Februari 2018. Hartono diduga memberikan keterangan palsu dalam akta otentik dan atau penggelapan dan atau pencucian uang.

Baca Juga:  Operasi Yustisi Tindak 3.051 Pelanggar Protokol Kesehatan

Hartono Karjadi disangkakan dengan Pasal 266 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3,4, dan Pasal 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Hartono Karjadi ditangkap pada Kamis (3/9) malam ketika tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, kemudian Jumat pagi dijemput pihak Polda Bali. Saat ini, Kartono Karjadi ditahan di Polda Bali untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga:  Update Covid-19: Terkonfirmasi Positif 8.126 Orang, Sembuh 6.623 Orang Meninggal 236 Orang

Yuliar mengungkapkan bahwa saat ditangkap tidak ada perlawanan dari pihak Kartono.

“Sekarang sudah kami tahan dan segera mungkin berkas akan dilimpahkan ke Kejaksaan Denpasar, tinggal menunggu keterangan dari dia saja. Tinggal kita lengkapi berkas lagi, kita periksa tambahan lagi ke dia (Kartono),” jelas Yuliar.

Ia menjelaskan secepatnya berkas perkara yang melibatkan Kartono Karjadi akan dilimpahkan ke kejaksaan. Untuk sementara, ditahan selama 20 hari ke depan.

Sementara itu, Harijanto Karjadi sedang menunggu untuk proses eksekusi dari Kejaksaan Negeri Denpasar. Setelah kasasinya ditolak Makamah Agung, maka Harijanto Karjadi tetap pada putusan dua tahun penjara.(ant)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here