Potensi Pemkab Tabanan menarik Minat Daerah Lain Belajar Tentang Tabanan

360

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Posisi Geografis Kabupaten Tabanan yang sangat strategis dan memiliki hamparan sawah yang luas yakni 22.465 Hektare serta Pantai yang luas , dan banyak mempunyai tempat wisata, sehingga dijuluki Lumbung Pangannya Bali. Tabanan tidak hanya memberikan dukungan moral kepada Petani juga memberikan fasilitas Sarana produksi yang dianggarkan dalam APBD dan APBN.

Pun Tabanan memiliki pabrik minuman beralkohol yang merupakan produk Daerah yang tersebar di empat Kecamatan, yaitu Kediri, Tabanan, Kerambitan, dan Selemadeg Timur sebanyak 6 (enam) Perusahaan minuman beralkohol, dengan total Kapasitas produksi 17.000 kilo liter/tahun. Dan juga telah adanya Perda yang melindungi Petani dan Nelayan di Tabanan, menarik minat Daerah, Kabupaten/Kota lain untuk belajar ke Tabanan.

Kali ini, Kabupaten Minahasa Selatan tertarik mempelajari tentang minuman beralkohol di Tabanan. Dalam rangka penyusunan program dan langkah strategis pengembangan potensi minuman beralkohol di Kabupaten Minahasa Selatan. Dan Tabanan dipandang telah berhasil melaksanakan dan layak untuk dipelajari setiap langkah yang diupayakan Kabupaten Tabanan.

“Dibutuhkan berbagai strategi, terobosan, masukan dan perbandingan dengan Daerah yang telah berhasil mewujudkannya”, jelas Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu saat diterima di Ruang Kerja Bupati Tabanan, Jumat, (10/8/2018).

Hadir pula pada kesempatan tersebut Sekkab Minahasa Selatan Danny H. Rindengan beserta rombongan OPD di Lingkungan Pemkab Minahasa Selatan ditemani Sekkab Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa beserta OPD terkait di Lingkungan Pemkab Tabanan, dengan harapan akan ada saling tukar-menukar informasi.

Di  Ruang Kerja Bupati Eka, Bupati Chris juga memuji pengelolaan Bumda dan Bumdes yang merupakan Inovasi kreatif di Tabanan. Juga Beliau sangat terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Bupati Eka tentang Perlindungan Petani dan Nelayan, bahkan sudah dituangkan di dalam Perda.

“Pengelolaan Bumda, pengelolaan Bumdesnya, dan juga beberapa Perda tentang Petani dan Nelayan yang sudah dijelaskan Bupati Eka, sangat menarik minat kami. Kami akan datang lagi dan belajar disini tentang Perda Perlindungan Petani dan Nelayan. Ini sangat menarik bagi kita untuk kita laksanakan di Minahasa Selatan”, tegasnya.
“Kami dihidangkan the beras meras Tabanan. Wah enak sekali ya. Banyak inovasi yang dikembangkan Tabanan. Ini sangat healthy, sangat baik untuk kesehatan. Ini bagus dan menjadi inspirasi kami di Daerah untuk melakukan hal yang sama”, Sambungnya.

Mengenai hal tersebut, Bupati yang akrab disapa Eka itu sangat menyambut baik keinginan dari Bupati Minahasa Selatan untuk melakukan pertukaran ilmu di Kabupaten Tabanan. Dan pastinya, Dirinya pasti akan selalu berbagi.

“Pertama, kalau yang namanya belajar itu gak boleh berhenti. Trus kedua, setiap Daerah pasti punya keunggulan masing-masing. Jadi Kita mau berbagilah. Apa yang bisa diambil dari Minahasa  Selatan yang dibawa ke Tabanan , begitupula Tabanan apa yang bisa kita tularkan untuk minahasa selatan biar maju dan minimal bisa mensejahterakan Rakyatnya”, ungkap Bupati Peraih Harmony Awards itu.

Sebagai sesama Bupati Perempuan yang juga sudah menjalani masa 2 (dua) periode, Bupati Eka berpesan agar sama-sama dan saling bantu. Sehingga sukses di dalam memimpin dan mampu mengangkat harkat derajat masyarakat.

“Kita sama dua periode, jadi kita harus sama-sama. Mudah-mudahan selama 2 periode ini, kita sukses memimpin dan menjadi harapan dan bisa mengangkat harkat derajat masyarakat”, harap Srikandi Cantik Asal Tegeh, Angseri ini.

Yang juga Pencetus Buku Investasi hati menegaskan bahwa perempuan jaman sekarang itu hebat-hebat dan tidak kalah sama lelaki. Dirinya berharap, ertemuan antara 2 (dua) Bupati Perempuan dua periode ini bisa menjadi inspirasi bagi perempuan. Sehingga kedepannya lebih banyak lagi muncul Pemimpin Perempuan  di Pemerintahan.P

“Perempuan sekarang itu hebat-hebat. Jadi harapan Saya kedepan banyak lahir pemimpin perempuan. Karena Perempuan itu mimpinnya pake hati , teliti, detail, cerewet gitu kan? Tapi gak apa-apa cerewet, untuk hasil kan gak masalah. Perempuan itu kan lebih ngemong, lebih sabar, banyak plusnya lah. Mudah-mudahan nanti banyak lahir pemimpin pemimpin perempuan di Indonesia ini”, jelas Bupati Eka. @humastabanan