PPKM Darurat Diperpanjang, Ini yang Dilakukan LDII Tabanan

14
PPKM Darurat Diperpanjang, Ini yang Dilakukan LDII Tabanan

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Masih dalam suasana Idul Adha 1442 H/2021, pengurus DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tabanan membagikan puluhan kantong beras dan daging. Mereka yang dibantu beragam latar belakang. Mulai kamu duafa atau kurang mampu, tukang ojek online (ojol), hingga relawan yang mengurusi jenazah pasien Covid-19.

“Kami bersyukur karena ada donatur yang mau berbagi. Semoga sedikit bantuan yang kami berikan ini bisa membantu sesama, terutama setelah PPKM Darurat ini diperpanjang,” ujar Maulana Sandijaya, Ketua DPD LDII Tabanan, Rabu (21/7/2021).

Dijelaskan lebih lanjut, pembagian paket beras dan daging itu dilakukan dari Selasa sore hingga Rabu pagi di sejumlah titik di Kota Tabanan. Di antaranya di Desa Banjar Anyar, Denbantas, dan Tabanan Kota. Penyerahan bantuan dilakukan dari pintu ke pintu agar tepat sasaran. Selain itu juga untuk menghindari kerumunan.

Baca Juga:  Dua Pengedar Narkoba di Tabanan Diringkus Polisi

“Saat kondisi seperti ini, semua harus bergerak bergotong royong saling membantu. Tidak peduli apapun agamanya dan sukunya, semua harus saling membantu,” tukasnya.

Nyoman Suparto, salah satu penerima bantuan mengucapkan terima kasih kepada pengurus LDII Tabanan. “Kebetulan PPKM Darurat ini kerjaan lagi sepi, jadi bantuan ini sangat berarti,” ujar pria yang bekerja ojek online itu.

Sementara untuk bantuan relawan mengurus jenazah pasien Covid-19 disalurkan lewat Yayasan Rumah Aspirasi Umat (Rahmat). Bantuan diterima langsung Ketua Yayasan Rahmat, H. Anwar Haryono.

“Kami berterima kasih pada donatur dan LDII Tabanan atas bantuan yang diberikan,” kata Anwar usai menerima bantuan.

Baca Juga:  Tuntaskan Pembangunan Jalan Secara Cepat, Tabanan Pinjam Dana PEN

Anwar yang juga Wakil Ketua FKUB Tabanan itu menambahkan, selanjutnya bantuan akan diberikan pada relawan Yayasan Rahmat yang biasa mengurus jenazah pasien Covid-19. Sejak wabah melanda, aktivitas pengurus dan relawan di Yayasan Rahmat menjadi padat.

Hampir setiap hari ambulans Yayasan Rahmat beroperasi mengantarkan pasien ke rumah sakit atau menjemput jenazah. “Bahkan, sehari kami bisa dua sampai tiga kali mengambil jenazah dari pasien. Kami juga menguburkan sampai tengah malam,” tutur Anwar.

Pria asal Klaten itu menegaskan, yayasan yang ia dirikan untuk kemanusiaan. “Siapapun bisa menggunakan ambulans kami. Apapun agama dan asalnya, semua kami layani. Ini soal kemanusiaan,” pungkasnya. (*)