Pria Depresi Resahkan Wisatawan Acungkan Sajam di Pantai Kuta

309
Pria Depresi Resahkan Wisatawan Acungkan Sajam di Pantai Kuta (IST)

BADUNG, MEDIAPELANGI.com – Seorang pria membuat geger karena membawa senjata tajam ke Pantai Kuta. Lantaran sudah meresahkan dan membuat wisatawan yang tengah menikmati suasana pantai ketakutan, ia kemudian diamankan pecalang.

Informasi diperoleh, pria yang belakangan diketahui bernama Haposan Sinaga (30) asal Medan, Sumatera Utara ini datang ke Pantai Kuta, Senin (16/9/2019) sekitar pukul 17.30 Wita.

Awalnya tidak ada yang aneh dengan perilaku pria yang tinggal di Jalan By Pass Ngurah Rai samping Benoa Square gang Buntu, Kelan, Kuta, Badung ini. Namun tiba-tiba ia mengeluarkan pisau dan berusaha mendekati wisatawan asing yang tengah duduk di atas pasir.

Baca Juga:  Tak Hanya Fokus Promosi, Wagub Cok Ace Minta BPPD Lakukan Riset Pariwisata

Pelaku sempat diamankan ke Pos Polisi, namun karena situasi dirasa tidak aman serta menghindari pelaku dikeroyok oleh massa, ia lalu dibawa ke Mapolsek Kuta.

Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu Putu Ika Prabawa menerangkan, saat digeledah pelaku tidak membawa identitas sama sekali. Anehnya, saat ditanya darimana memperoleh pisau, dia juga menjawab tidak tahu.

“Sempat membuat repot karena setiap ditanya selalu menjawab tidak tahu, dan seperti orang bingung,” ucapnya.

Pada saat petugas memeriksa pelaku, datang pria bernama Frans Alexander Parulian Sinaga dan mengaku sebagai kakak pelaku. Kepada polisi, Frans menerangkan jika adiknya tengah mengalami depresi.

Baca Juga:  Dua Pelaku Perampokan Taksi Online Sudah Rencanakan Aksinya Secara Matang

Bahkan sekitar bulan Mei 2019 lalu adiknya baru keluar dari RS Jiwa Bangli. Frans juga menyatakan siap menjadi penjamin untuk pelaku yang tinggal di

“Dia tidak sempat mengancam atau berbuat sesuatu yang membahayakan keselamatan orang lain. Selanjutnya dia diserahkan ke kakaknya untuk diajak pulang. Kakaknya juga disarankan untuk membawanya berobat, sementara pisau dapur kita amankan di Mako Polsek Kuta untuk barang bukti,” beber Kanit Reskrim. (aw)