Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS)

82
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS)

GIANYAR, MEDIAPELANGI.com-Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) merupakan program partisipatif yang mengutakan pemberdayaan masyarakat. Hal itu diungkapkan Perbekel Saba, Gusti Ngurah Mahendradinata, usai peresmian Program KOTAKU dan PAMSIMAS untuk Desa Saba, Blahbatuh dan Desa Singakerta Ubud, Selasa (20/2) di Banjar Sema, Desa Saba Blahbatuh.

Lebih lanjut dikatakannya, program ini merupakan upaya pemerintah dalam penataan pemukiman dan penyediaan air minum bersih bagi masyarakat. “Melalui program ini, diharapkan kualitas kawasan pemukiman akan meningkat. Ditandai dengan perbaikan sarana prasarana pemukiman, serta memperluas akses pelayanan air minum bersih. Pada akhirnya program ini akan meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” ungkapnya.

Dijelaskannya, penanganan lokasi kumuh lewat Bantuan Dana Investasi (BDI), dengan melaksanakan penataan pemukiman berbasis masyarakat di Banjar Sema, Desa Saba, dengan kegiatan penataan jalan lingkungan, drainase dan sanitasi lingkungan. “Untuk di Desa Singakerta dilaksanakan penataan jalan lingkungan dan ruang terbuka hijau,” ujarnya mewakili Perbekel Singakerta.

Lanjutnya, untuk penangan kawasan kumuh lewat penyediaan air minum dilaksanakan kegiatan, pembangunan penangkap mata air, bak reservoar, dan jaringan pipa retribusa. “Juga penyediaan kran umum dibeberapa titik,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Gianyar dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra mengatakan,Pemkab Gianyar memiliki peran, tugas dan tanggung jawab untuk menyukseskan program kotaku agar capaian target RPJMN 2015-2019 tercapai secara sukses di Kabupaten Gianyar.”Salah satu tujuan dari program ini adalah menghilanglan kawasan kumuh di tahun 2019,”ujarnya.

Selain itu, kata Kujus Pawitra, Program KOTAKU adalah upaya mewujudkan lingkungan pemukiman yang layak huni dan berkelanjutan, melalui prakarsa 100-0-100, yaitu; dengan mencapai 100 persen akses air minum, mengurangi kawasan kumuh hingga 0 persen, dan 100 persen akses sanitasi untuk masyarajat Indonesia pada akhir 2019. “Dengan adanya program ini, diharapkan tidak ada lagi kawasan kumuh,” harapnya. (ad)