Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di Tabanan. Kemiskinan Di Targetkan Turun Jadi 4%

44
 
 Tabanan,mediapelangi.comKemiskinan yang telah menjadi permasalahan yang kompleks baik di tingkat nasional maupun regional.
Dalam rangka melakukan sinkronisasi data, penyamaan persepsi, dan pemantapan kinerja untuk mengatasi kemiskinan, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, Kamis (27/10) di Ruang Rapat Kantor Bupati Tabanan.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang juga merupakan ketua TKPK Tabanan, Kepala Bapelitbang Tabanan Ida Bagus Wiratmaja  dan para anggota Tim TKPK Tabanan. Acara tersebut turut menghadirkan narasumber Tim Advokasi TNP2K Pusat Ibu Sukma Wahyuningsih, Kabid Perencanaan Bapelitbang Provinsi Bali Eka Wiyata.
Wabup Sanjaya dalam sambutannya mengatakan Penanggulangan kemiskinan memerlukan strategi yang tepat, cepat dan berkelanjutan.  Program-program penanggulangan kemiskinan yang dilaksanakan selama ini mengacu pada Dokumen Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (DSKPD) Kabupaten Tabanan 2015-2019. Strategi yang dituangkan dalam DSKPD ini harus didukung oleh pengetahuan dan pemahaman yang sama tentang pentingnya penyusunan strategi ini.
“Strategi yang dituangkan dalam DSKPD 2015-2019 harus didukung dengan pemahaman dan juga kerja keras kita bersama,  sehingga kita dapat menyusun strategi  yang lebih tepat, lebih efektif dalam rangka upaya percepat penanggulangan kemiskinan,” ungkapnya.
Sejalan dengan visi dan misi Tabanan Serasi, maka kesejahteraan masyarakat menjadi perhatian utama dan pertama dari Pemerintah Kabupaten Tabanan. Oleh karena itu Program Penanggulangan Kemiskinan tetap menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan Kabupaten Tabanan ke depan.
“Tema yang diangkat saat ini sudah sangat tepat dalam memerangi kemisknan yaitu; Hancurkan Kemiskinan Dengan Visi Misi Tabanan Serasi. Untuk itu saya mengajak saudara sekalian untuk dapat menyimak dan mencemati materi yang akan dibawakan oleh narasumber dari tim advokasi TNP2K. Dengan begitu saudara dapat memahami hal yang harus dilakukan terkait dengan permasalahan kemiskinan yang tertuang dalam DSPKD Kabupaten Tabanan,” imbuhnya.
Sementara itu Ida Bagus Wiratmaja, yang juga selaku ketua Panitia menjelaskan Tabanan telah berhasil menurunkan persentase kemiskinan dari 5,52% menjadi 5% di tahun 2016. meski  kemiskinan Tabanan sudah jauh di bawah rata-rata nasional (11,47%) namun angka tersebut masih berada di atas rata-rata provinsi Bali yang jumlahnya 4,25%.
“RPJMD Semesta Berencana 2016-2021 menetapkan target penurunan angka kemiskinan menjadi 4%. Karena 2016 provinsi Bali 4,25%, sementara kita 5%, itu  lebih tinggi dari provinsi  Bali. Mencermati kondisi tersebut maka diperlukan strategi dan kerja keras kita bersama dalam rangka penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Tabanan ke depan yang dituangkan dalam bentuk DSKPD 2015-2019,” ujarnya.
Dikatakannya  pihaknya akan berjuang untuk menghancurkan kemiskinan sesuai tema yang diangkat dalam rapat kali ini, sehingga diharapkan tahun 2019 Tabanan dapat tuntas dari masalah kemiskinan.
“Target kita bagaimana kemiskinan dapat ditekan menjadi 4 persen. Target kita program-program harus difokuskan dalam penanggulangan kemiskinan,” katanya.
Ditambahkannya, Pemkab Tabanan telah melakukan upaya-upaya untuk mengurangi jumlah penduduk miskin khususnya masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), melalui program-program yang telah dikembangkan seperti; Program pemberdayaan ekonomi melalui Bumdesa seperti Keramba Emas (Kreatif Bersama Membangun Ekonomi masyarakat), Program Gempur Miskin, serta inovasi seperti Gerbang Pangan dan Gerbang Emas Serasi.
“Selain program-program tersebut Tabanan juga sudah memiliki santi mas dan mobil sehat. Dimana mobil sehat memberikan pelayanan secara gratis kepada masyarakat ke berbagai pelosok,” imbuhnya.
Pada Rapat tersebut juga menghadirkan  para narasumber dan  juga diadakan sesi diskusi dan Tanya jawab. @HumasTabanan-mp-eka.