Ratusan Atlet dan Official Kecewa, Pembukaan Porprov Bali ke XIII di Gianyar Tidak Sesuai yang Diharapkan

30

Gianyar (Mediapelangi.com)-Pembukaan Porprov Bali XIII tahun 2017 di Gianyar Minggu (17/9/2017) di Stadion Dipta dikeluhkan oleh para Atlet dan Official. Pasalnya ratusan atlet yang sudah datang ke lokasi pembukaan sejak Pukul 15.30 Wita dari berbagai kabupaten/kota akhirnya memilih pulang ke penginapan atau rumah masing-masing.

Informasi yang berhasil kami himpun, sesuai undangan acara pembukaan dimulai pada Pukul 18.00 Wita dan seperti pada pembukaan Porprov sebelumnya seluruh pimpinan kontingen/KONI Kabupaten/Kota sudah menginstruksikan seluruh atlet dan official peserta Porprov untuk hadir lebih awal kecuali yang sedang melaksanakan pertandingan. Sekitar Pk. 16.00 Wita rombongan atlet dari seluruh Kabupaten/Kota sudah memadati areal parkir Stadion Dipta untuk menyukseskan acara pembukaan Porprov XIII.

Seperti pada pembukaan Porprov sebelumnya seluruh kontingen yang berasal dari kabupaten/kota sudah menduga akan melakukan defile diawal pembukaan. Memang benar panitia mengarahkan masing-masing kontingen untuk mengambil posisi sesuai nomor urut di luar stadion di dekat pintu V. Namun kebingungan official dan atlet terjadi ketika sekitar Pk. 16.30 panitia menyampaikan yang mengikuti defile per kabupaten/kota hanya 40 orang. Walau dirasa aneh, peserta/official yang mengkoordinir defile di luar stadion sempat memaklumi dan menghormati instruksi panitia dan mempersilahkan  atlet yang lainnya masuk ke dalam stadion. Saat itulah keluhan datang karena para atlet walau sudah berpakaian kontingen lengkap tidak diijinkan masuk oleh petugas yang terdiri dari unsur brimob, pecalang dan kepolisian tanpa menunjukan kartu identitas. Hal tersebut jelas membuat peserta kebingungan dan posisinya tercerai berai, ada yang duduk di parkiran, warung dan banyak yang kembali pulang. Akhirnya koordinator rombongan dari seluruh kabupaten/kota berkumpul dan menemui pihak panitia (Pengurus KONI Ginyar-red) dan memperoleh keterangan bahwa tidak benar yang ikut defile hanya 40 orang, jumlah 40 orang itu hanya saat melakukan gladi kemarin (16/9), saat pembukaan semua kontingen ikut defile, terang Bapak Djoyo koordinator rombongan dari Tabanan.

Setelah itu atlet dari seluruh kabupaten/kota kembali merapat kesisi timur untuk persiapan defile sesuai nomor urut, namun karena waktu sudah menunjukan pukul 18.10 Wita dan acara defile belum mulai peserta pun mulai gelisah karena capek berdiri dan terlalu lama menunggu instruksi dari panitia. Barisan terdepan defile yaitu kontingen Denpasar dan Badung sempat bersorak karena didalam stadion acara sudah mulai. Hingga Pukul 18.48 Wita peserta defile belum dipersilahkan masuk sehingga banyak yang kecewa bahkan barisan terdepan berteriak “pulang, pulang, terlalu lama”, ucap sejumlah peserta sambil melangkah menjauh dari pintu masuk defile diikuti puluhan peserta lainnya. Sementara karena acara serimonial di dalam stadion Dipta sudah mulai, petugas pun tidak mengijinkan atlet yang tidak ikut defele masuk sehingga banyak yang memutuskan untuk pulang. “Kami diundang datang tetapi tidak diijinkan masuk”, ucap salah satu peserta.

Rupanya susunan acara pembukaan Porprov kemarin disamping dimulai agak malam juga berbeda jauh dari pelaksanaan pembukaan Porprov sebelumnya. Panitia pun seperti kebingungan. Ketika dikonfirmasi hasil gladi sehari sebelumnya, ditemui diareal stadion Made Miasa salah satu panitia kontingen Kab.Tabanan mengatakan kemarin sore kami sudah datang ke stadion Dipta untuk melakukan gladi, tetapi satu pun panitia tidak nongol, tegasnya dengan mimik kecewa.

Tidak solidnya panitia dalam mempersiapkan acara pembukaan pun nampak di dalam stadion Dipta. Susunan acara tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh KONI Bali.

Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta yang diminta membuka Porprov ke-13 di Gianyar ini pun batal memberikan sambutan. Semula acara pembukaan Poprov Bali dirancang meriah oleh Panitia dengan melibatkan salah satu even organizer ternama serta pementasan tarian dengan ribuan seniman hingga pesta kembang api, namun sayangnya acara ini tidak berjalan sesuai rowndown atau susunan acara yang dibuat. Acara pokok defile atlet Porprov dari seluruh kabupaten/kota pun tidak maksimal, tidak ikut dalam barisan  karena sejak awal atlet kebingungan dan memilih pulang. Sedangkan api Porprov yang harusnya disulut diacara pokok pun baru dilakukan setelah acara tambahan pementasan tari kolosal. Demikian juga saat hiburan oleh artis Ibu Kota Mulan Jamila sedang berlangsung tiba-tiba kembang api meledak. Bahkan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta yang membuka Porprov Bali ke-13 di Kabupaten Gianyar tahun ini pun memencet tombol tanpa memberikan sambutan. Pihaknya meminta Panitia untuk berkomunikasi dan berkoordinasi untuk membuat suasana acara lebih baik lagi. “Tanya panitia saya tidak kapasitas untuk menjelaskan, secara umum ini sudah saya evaluasi sudah berjalan dengan baik, tetapi sebaiknya Panitia perlu komunikasi dan koordinasi lagi supaya membuat suasana yang bagus dan ini bisa berjalan lebih baik”, terangnya.

Sedangkan Ketua KONI Bali I Ketut Suwandi mengatakan, semua acara secara normatif berjalan di luar Rowndown antara acara pokok dan acara tambahan.”Secara normatif ini berjalan diluar rowndownnya sehingga ada sesuatu yang perlu dikaji dan kita coba evaluasi sehingga kedepan perlu kesamaan fikir acara pokok seperti apa dan bagaimana acara tambahannya, terang Suwandi.

Seperti rencana sebelumnya, pembukaan Pekan olahraga Provinsi Bali ke XIII tahun 2017 yang digelar di Gianyar melibatkan 6.678 atlet/offical yang bertanding di 34 cabang olahraga mulai tanggal 17-23 September mendatang. Namun karena pertimbangan teknis sejumlah cabor sudah dipertandingkan lebih awal sejak 31 Agustus lalu (*/mp)