Resmi Ditutup, Pameran Industri dan Kerajinan Jembrana 2019 Hasilkan Transaksi Rp 1,78 Miliar

154

JEMBRANA, MEDIAPELANGI.com – Pameran Kerajinan dan Industri Jembrana tahun 2019 resmi ditutup. Pameran yang digelar selama sepuluh hari di halaman Parkir Kantor Bupati Jembrana menghasilkan transaksi mencapai Rp 1,78 miliar.

Nilai itu naik 48 % dari pelaksanaan tahun lalu yang mencatat transaksi sebesar Rp 1,2 miliar.

Sejak dibuka oleh Bupati I Putu Artha,  Minggu(11/8/2019) lalau pameran industri dan Kerajinan serangkaian HUT ke -124 Kota Negara dan HUT ke -74 RI, ternyata mendapat sambutan meriah dari warga Jembrana.

Hal itu diungkapkan kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Jembrana, I Komang Agus Adinata di ruang kerjanya, Rabu(21/8/2019). “ Ya tahun ini ternyata naiknya signifikan, ini sangat menggembirakan karena kenaikanya mencapai 48%,“ terangnya.

Ditambahkan Adinata, peserta Pameran Kerajinan tahun ini tidak hanya dari Jembrana ,tetapi juga  perajin serta UKMK se- Bali. Dari total 131 UKMK yang berpartisipasi dengan diseluruh stand yang disiapkan.

Baca Juga:  Polres Gianyar Bekuk Mafia Tanah dengan Modus Jual Beli Tanah Fiktif

“Dari pantauan sejak dibuka warga masyarakat sangat antusias. Pameran juga menampilkan hasil karya – karya kreatif  masyarakat lokal. Termasuk untuk usaha kuliner kalau di rata-ratakan dalam setiap harinya transaksi penjualan disana  menembus  Rp 30-43 juta, “tegasnya.

Meski pameran kerajinan tahun ini dinilai sukses karena peningkatan transaksi, Adinata mengaku akan terus melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap para pengerajin lokal yang ada di Kabupaten Jembrana.

“Kita cukup puas karena selama berlangsungnya pameran industri ini berjalan dengan baik bahkan ada kenaikan transaksi. Tapi berbagai upaya konkrit akan tetap kami lakukan,khususnya pendampingan  kepada pengerajin .

Baca Juga:  Kembalikan Formulir Cabup Tabanan, Berkah Angka Keramat 9 Bagi Sanjaya

“Contohnya setelah kita evaluasi selama pelaksanaan pameran ternyata pengerajin kita terutama untuk di stand pakaian dan kuliner masih berorientasi menjual saja.

Padahal pameran sejatinya sebagai ajang promosi. Semestinya tiap stand melengkapi identitas jelas, seperti kartu nama atau brosur, terhadap usaha yang dilakoninya.

Dengan identitas yang lengkap itu konsumen tidak hanya akan bertransaksi saat pameran saja tapi juga diluar waktu pameran berlangsung,”ujar Adinata.

Kepada pelaku usaha di Jembrana, ia juga menekankan,pentingnya berinovasi dan menggiatkan  promosi sehingga mampu bersaing. “Kita ingin para pelaku usaha khususnya pengerajin lokal ini agar terus berinovasi, menciptakan ide dan gagasan-gagasannya dengan tetap memperhatikan bagaimana trend, hingga kedepan mampu bersaing tidak hanya di pasar lokal bahkan juga nasional, “pungkasnya.(rls)