Resmikan Wantilan Desa Padangaji, Gubernur Koster Ajak Ikuti Tata Nilai Kehidupan Warisan Nilai Kearifan Leluhur

17
Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan Wantilan Desa Adat Padangaji, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem pada Rabu (2/9/2020) yang bertepatan dengan Purnama Sasih Ketiga.

KARANGASEM, MEDIAPELANGI.com – Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan Wantilan Desa Adat Padangaji,  Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem pada Rabu (2/9/2020) yang bertepatan dengan Purnama Sasih Ketiga.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa semua hal yang berkaitan dengan adat istiadat di Bali mesti diperkuat. Untuk itu, pihaknya pun telah melakukan berbagai terobosan melalui kebijakan dan program.

Misalnya melalui kebijakan, pihaknya telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, pembentukan Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali dan menyediakan alokasi anggaran dalam APBD Provinsi Bali sebesar Rp350 juta untuk tiap desa adat di Bali.

Dana tersebut diharapkan pihaknya dapat digunakan oleh desa adat untuk membangun parahyangan, palemahan dan  pawongan maupun melaksanakan tata upakara di wilayah desa mereka.  “Ini supaya kehidupan masyarakat di desa semakin baik, tentram dan sejahtera,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Koster berharap keseluruhan tata kehidupan di Bali betul-betul mengikuti warisan nilai-nilai kearifan leluhur. “Beragama dan beradat tradisi sesuai dengan yang telah berjalan selama ini di Bali.  Jangan ikut-ikutan tradisi luar. Apa yang diwariskan para penglingsir, itu yang dipakai,” tegasnya.

Baca Juga:  Stafsus Presiden Bersama STAHN Mpu Kuturan Bekerja Sama Lestarikan Lontar

Maka untuk memperkuat adat tradisi dari budaya Bali, Gubernur Koster dalam dua tahun awal kepemimpinannya fokus menyusun peraturan daerah dan peraturan gubernur (Pergub) guna mendukung  visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pembangunan Semesta Berencana  Menuju Bali Era Baru.

Hingga saat ini, pihaknya telah menyusun 40 peraturan terdiri dari 15 Perda dan 25 Pergub. Semua peraturan ini menurutnya bertujuan untuk menata pembangunan Bali agar tatanan yang dilaksanakan dilandasi dengan nilai-nilai kearifan lokal.

“Dasar pembangunan Bali, dibangun berdasarkan kekuatan, potensi dan utamanya memperkuat adat istiadat, seni budaya dan  kearifan lokal. Apalagi di Kabupaten Karangasem penuh dengan pura Sad Kahyangan yang di-sungsung oleh umat Hindu secara nasional bahkan dunia. Saya berkonsentrasi penuh menyusun kebijakan agar sesuai dengan kebutuhan memperkuat taksu Bali, yang  membuat Bali tenget, disegani masyarakat luar,” terangnya.

Baca Juga:  Jaya-Wira Ajak Kader Maksimalkan Mesin Politik Raup Suara di Pilkada Tabanan

Tidak ketinggalan pada kesempatan itu, Gubernur juga mengajak semua masyarakat agar tetap tertib mengikuti anjuran pemerintah di tengah pandemi seperti saat ini. “Jangan lupa pakai masker jika bepergian,” katanya mengingatkan.

Sementara terkait pembangunan wantilan baru yang terealisasi melalui bantuan Pemprov Bali senilai Rp750 juta itu , Gubernur berharap masyarakat Desa Adat Padangaji dapat memanfaatkan dengan sebaik mungkin. “Terlebih saya lihat para pemuda di sini sangat antusias dengan seni gamelan. Semoga ke depan kita tidak pernah kehabisan seniman gamelan lewat sekaa di desa adat,” harapnya.

Peresmian Wantilan Desa Adat Padangaji ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Koster, disaksikan pula Wakil Bupati Karangasem Wayan Arta Dipa, Ketua DPRD Karangasem Gede Dana serta perangkat desa adat setempat. (*mp/rls)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here