Rest Area Perbatasan Tabanan-Jembrana Terkesan Mangkrak

353
Rest area di Perbatasan Tabanan-Jembrana, Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, hingga saat tak kunjung dimanfaatkan.

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Sudah dikucuri dana besar, rest area di Perbatasan Tabanan-Jembrana, Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan Bali, hingga saat tak kunjung dimanfaatkan. Sampai kini kondisinya bahkan terkesan mangkrak. Padahal, sudah banyak dana yang dikeluarkan.

Hanya saja, untuk apa kelanjutannya masih belum jelas karena pemerintah mengaku masih menunggu tahap selanjutnya yakni menyalurkan air untuk di toilet. Kemudian di sekitar areal juga masih tampak bebatuan untuk bangunan beberapa peralatan yang belum dibersihkan.

Proyek yang sudah digarap sejak Oktober tahun 2018 ini masih belum difungsikan. Padahal fasilitas umum seperti salah satunya toilet megah sudah dibangun dengan anggaran tahap dua Rp 300 Juta.

Baca Juga:  Covid-19, Tawur Kesanga Diawali di Catus Pata Kota Tabanan

Menurut pantauan, kawasan rest area ini tampak sepi. Proyek yang dibangun dengan anggaran Rp 800 juta lebih ini hingga kini masih mangkrak alis belum jelas peruntukannya.

Kepala Bidang Bangunan Gedung, Dinas Pekerjaan Umum, Penata Ruang dan Penataan Kawasa pemukiman (PUPRPKP) Tabanan, Ni Kadek Faridatini Suweca mengatakan, untuk pengerjaan proyek rest area tahap dua sudah selesai dilaksanakan. Fasilitas toilet dan penataan halaman dengan paving sudah dilakukan dengan anggaran Rp 300 Juta.

“Untuk tahap duanya sudah selesai pengerjaan. Kemarin Pagu Anggaran Rp 305 Juta. Pengerjaan utama untuk toilet dan penataan halaman dengan paving,” kata Faridatini.

Baca Juga:  Disdik Tabanan Perpanjang Libur Sekolah Sampai Batas Waktu Yang Belum Ditentukan

Dia melanjutkan, untuk tahap selanjutnya adalah proses penyaluran air untuk toilet tersebut. Rencananya air yang ada di sungai bawah akan dibawa naik dengan menggunakan mesin. Hanya saja, untuk anggaran tersebut masih belum ada di anggaran Induk 2020.

“Selanjutnya akan menaikan air dari bawah untuk di toilet dan sekitarnya. Tapi anggaran di induk masih belum ada,” kilahnya.

Disinggung mengenai kapan mulai bisa digunakan dan diserahkan pengelolaanya ke Desa, Farida masih belum mengetahui. Ia masih berproses dan akan segera dilakukan. “Dan akan segera beroperasi, saat ini masih proses,” tandas dia. (mp/ka)

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here