Satgas TMMD Ke-100 di Tegallalang Sikapi Obyek Tirta Suganing

47

Gianyar (Mediapelangi.com)- Pembukaan badan jalan sepanjang 1.650 meter untuk penghubung antara banjar Tangkup ke banjar Timbul desa Pupuan Kec.Tegalalang dalam program TNI Manungal Membangun Desa (TMMD) ke 100, oleh satgas TMMD dibarengi menyikapi beberapa obyek yang ada di wilayah tersebut.

Salah satu obyek yang dikunjungi adalah Tirta Suganing di banjar Tangkup, dimana dilokasi tersebut terdapat pancuran yang diyakini warga setempat maupun warga luar mempunyai khasiat menyembuhkan gejala penyakit gondokan dengan melakukan kegiatan Melukat di pancuran air Tirta Suganing, demikian disampaikan oleh Made Musir seorang warga yang selama ini ikut merawat keberadaan pancuran Tirta Suganing.

Made Musir, petani yang bermukim di banjar Tangkup menceritakan bahwa sebelumnya pancuran Tirta Suganing merupakan sebuah gua,  namun sekitar 5 tahun yang lalu tumbuh pohon beringin dari dalam gua yang saat ini akar beringin sudah menutupi pintu masuk gua. Saat ditanya mengapa tidak dibersihkan pohon beringin tersebut?, dirinya mengaku tidak berani karena menganggap tumbuhnya pohon beringin tersebut sudah merupakan kehendak Hyang Widi Wasa.

Didampingi keponakannya Ketut Sumardi, Senin (16/10/2017) Musir menyampaikan bahwa biasanya peziarah datang  melakukan pengelukatan pada hari Kajeng Kliwon dengan membawa sesari turun ke pancuran, namun disampaikan bahwa ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar, seperti wanita yang sedang haid dan juga beberapa pantangan lainnya.

Kembali diitegaskan oleh Musir, bila ada warga yang datang ingin melukat jangan sampai sesumbar menyebut pancuran air tersebut kecil, karena informasi dari dirinya pernah terjadi setelah itu air pancuran membesar dan berwarna keruh. Imbuh dia, bila muncul ular berwarna hitam dari dalam gua maka sebaiknya tidak perlu melanjutkan kegiatan dilokasi tersebut, karena itu pertanda kegiatan tidak direstui oleh penunggu Tirta Suganing, pungkasnya (*/mp).