Sementara Penyeberangan Dari Desa Terunyan Dialihkan ke Cemara Landung

11

Bangli, Mediapelangi.com – Pasca kecelakaan maut di DesaTerunyan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Bangli melakukan pertemuan dengan kelompok perahu dayung dan perahu tempel Desa Terunyan, Kintamani untuk membahas masalah penyeberangan ke Kuburan Terunyan, di Kantor Dishub, Selasa (25/07/2017) .

Dalam pertemuan tersebut dihadiri sekitar 20 orang mulai dari pengurus dan anggota kelompok Gabungan  Pengusaha Angkutan Sungai Danau  dan Penyebrangan (Gapasdap).Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bangli Gede Arta mengatakan, mengundang kelompok perahu dayung dan perahu tempel warga Terunyan penyebrangan dari Desa kekuburan yang dihadiri sekitar 20 orang.

Berdasarkan hasil kesepakatan dengan kelompok perahu dayung dan perahu tempel warga Terunyan,penyeberangnya untuk sementara akan dialihkan. Dimana sebelumnya penyeberangan dari Desa Terunyan menuju Kuburan Terunyan memakai perahu dayung maupun perahu tempel, kini dialihkan dari Cemara Landung ke Kuburan Terunyan masih wilayah Desa Terunyan”Berdasarkan hasil pertemuan tadi (kemarin red) dengan kelompok perau dayung dan perahu tempel di Terunyan menyepakati kalau penyeberangan ke Kuburan Terunya tetap ada dua penyeberangan melalui Dermaga Kedisan ke Kuburan Terunyan. Sementara sebelumnya penyeberangan dari Desa Terunyan kini dialihkan melalui Cemara Landung,” ungkapnya.

Lebih lanjut Arta mengatakan, pengalihan yang dilakukan ini pasca terjadinya musibah mobil nyemplung di Desa Terunyan belum lama ini yang mengakibatkan meninggalnya tiga wisatawan asal Tanggerang, Banten akibat mobilnya terperosok jatuh ke danau. Kata dia, pihaknya tidak serta merta menutup penyeberangan dari Desa Terunyan ke Kuburan Tentunya tanpa melalui koordiansi dengan kelompok dayung di desa setempat. Sebab kalau di tutup, maka mata pencarian warga setempat yang hanya mengandalkan penyewaan perahu dayung maupun tempel akan mat.

“Maka dari itu, kita mengundang kelompok perahu dayung maupun tempel untuk duduk bersama guna mencari solusi yang tepat tanpa harus mematikan mata pencarian warga setempat. Dan hasilnya mereka menyetujui pengalihan itu. Karena tidak mungkin semua penyebarangan ke Terunyan semuanya dialihkan ke Dermaga Kedisan,” tegasnya.

Lanjut Gede Arta,diberikannya wisatawan yang hendak berkunjung ke Kuburan Terunyan maupun ke Desa Terunyan sampai di Cemara Landung, sebab kondisi infrastruktur jalan untuk dari Desa Buahan sampai ke Cemara Landung masih bagus dan masih layak untuk dilalui,sementara jalan dari Cemara Landung sampai di Desa Terunyan rusak berat.

“Pengalihan penyeberangan itu dilakukan sampai jalan tersebut diperbaiki. Karena sebelumnya juga sempat dilakukan pengalihan seperti itu, saat terjadinya longsor di tebing desa setempat.

Dan sekarang pengalihan itu kembali dilakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung, dengan begitu, maka  matapencarian mereka tetap bisa berjalan,”jelasnya.Dalam pertemuan tersebut disepakati, jika wisatawan yang akan menyeberang ke Kuburan Terunyan supaya dikawal oleh mereka mulai dari depan dan belakang. “Intinya mereka menyatakan siap untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatwan yang akan menyeberang,” jelasnya.

Pihaknya juga menghimbau bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Kuburan Terunyan supaya bisa mengikuti arahan yang telah diberlakukan untuk tidak menggunakan mobil ke Desa Terunyan. Langkah itu dilakukan, karena pihaknya tidak ingin kejadian belum lama ini terulang kembali.

“Kita harap pengunjung bisa memahami kondisi ini agar jangan dulu memakai mobil ke Terunyan sampai jalan itu diperbaiki. Sebab, bupati Bangli akan segera melakukan perbaikan jalan tersebut termausk penunjang lainnya seperti pemberian Guardrail disepanjang jalan serta meberikan Lampu Penerangan Jalan (LPJ),”ucapnya.

Dipihak lain,Kepala UPTD Penyebrangan Danau Batur, Dinas Perhubungan, Bangli, I Ketut  Nasta menyatakan, meski telah dihimbau bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Kuburan Terunyan supaya bisa menyeberang melalui Dermaga Kedisan, namun penyeberangan sejauh ini masih tergolong normal “Penyeberangan melalui Dermaga Kedisan masih normal-normal saja dan tidak ada perubahan yang signifikan,”(*mp)