Sikapi Erupsi Gunung Agung, Di Gianyar Warga Lakukan Doa dan Ritual Mulai dari Pura Keluarga

27

Gianyar (Mediapelangi.com)-Masyarakat Bali dengan agama dan adat istiadatnya yang berlandaskan agama Hindu tidak bisa dipisahkan dari keyakinan sekala dan niskala.

Belakangan ini terkait terjadinya gejala erupsi Gunung Agung, banyak warga melakukan ritual khusus mulai dari dilingkungan keluarga.

Seperti di lakukan olah  keluarga I Wayan Tagel Winarta di Banjar Sanding, Tampaksiring Kab. Gianyar pada Senin (2/10/2017).  Dimana saat melaksanakan upacara Ngenteg Lingih Pura Keluarga juga dibarengi dengan ritual dan doa keselamatan bencana Gunung Agung.

Upacara dipuput oleh dua sulinggih dan dipentaskan juga tarian sakral berupa Topeng Sidakarya dengan harapan permohonan bisa dikabulkan.

Keluarga I Wayan Tagel Winarta mengatakan melalui doa keselamatan alam dan lingkungan berharap bisa diberikan ketenangan dalam menjalani cobaan.

Turut hadir pada upacara Ngenteg Linggih dan doa tersebut Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace). Pada kesempatan ini Cok Ace berharap,  meningkatnya status Gunung Agung dapat menjadi salah satu peringatan untuk melakukan intropeksi diri bagi seluruh warga khususnya para pelaku wisata, ujarnya.

Walau demikian ritual hari ini merupakan awal acara doa yang akan kembali digelar pada 5 Oktober 2017 mendatang bertepatan dengan Purnama Kapat yang juga akan dilakukan oleh umat hindu di seluruh Bali (*/mp).