Status Awas Gunung Agung,Berdampak Kunjungan Wisatawan Ke Bangli Menurun

42

Bangli,Mediapelangi.com-Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bangli sebagian besar dari sektor pariwisata Untuk memenuhi pendapatan tersebut, target kunjungan wisatawan ke Bangli dipatok mencapai 1 juta orang ditahun 2017 ini bakal tidak mampu terpenuhi.

Hal ini dampak dari berkurangnya kunjungan wisatawan ke obyek wisata di Bangli.Walaupun bulan Agustus jumlah wisman ke Bangli telah mencapai  orang atau 64 persen lebih,namun dengan ditetapkan Gunung Agung berstatus awas ada beberapa travel agen mengurungkan niatnya untuk ke Bangli karena adanya informasi bahwa kawasan Kintamani sudah dilanda ujan abu ”kata  Kabid Pemasaran Disparbud Bangli I Wayan Merta saat dikonfirmasi, Jumat (06/10/2017)

Lebih lanjut disampaikan ,sebenarnya itu tidak  benar kondisi kawasan wisata Kintamani masih aman-aman saja.rencananya nanti  akan mengirim surat ke agen perjalanan bahwa kawasan obyek wisata ” Kintamani sampai saat ini masih aman untuk dikunjungi.Jika ada informasi yang seperti itu tentunya itu berita bohong”ujarnya.

Menurut  Ketua PHRI Bangli I Ketut Marjana saat dimintai pendapatnya terkait kondisi pariwisata yang berkunjung ke Bangli khususnya Kintamani  mengatakan kunjungan wisatawan mulai turun sejak diberlakukannya status awas bencana Gunung Agung tanggal 23 September lalu kisaran 60 %.”Kita berharap pihak pemerintah terutama Bapak Bupati Bangli melalui Dinas Pariwisata menegaskan melalui pengumumam resmi  dimana menegaskan bahwa obyek wisata Kintamani masih aman dan layak dikunjungi.

Namun saya dengar sampai saat ini belum ada tindakan apa-apa dari Pemkab Bangli, padahal  Gubernur Bali Made Mangku Pastika sudah mengundang pada konsulat untuk menjelaskan kondisi diluar Karangasem masih tetap amandi kawasan Toyabungkah yang kini mulai bergeliat juga mengatakan hal yang sama, namun lebih parah lagi menurunya hingga 60 %.”Biasanya tiap hari sekitar 700 orang wisatawan baik domistik maupun mancanegara datang , namun mulai  dua minggu lalu mulai turun hingga kini sekitar 200 orang” ujar Marjana.(*mp-eka-nt)