Sulinggih Pasek: Berpolitik Tidak Boleh, Mendoakan dan Memberi Bimbingan Boleh

113
foto - ist - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomer urut 1 Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), Sabtu (2/6/2018), memohon doa restu kepada para sulinggih pasemetonan Pasek.

KLUNGKUNG, MEDIAPELANGI.com – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomer urut 1 Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), Sabtu (2/6/2018), memohon doa restu kepada para sulinggih pasemetonan Pasek. Intinya, puluhan sulinggih yang mewakili 302 sulinggih yang ada di pesemetonan Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) memberikan restu kepada Koster-Ace maupun pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Klungkung Tjok Bagus Oka- I Ketut Mandia (BAGIA).

Ida Pandita Nabe Putra Sinuhun Pramadaksa Manuaba, dari Griya Bongkasa Manuaba yang mewakili puluhan sulinggih pasek mengatakan, sulinggih tidak boleh berpolitik. Akan tetapi sulinggih boleh memberikan doa restu serta arahan-arahan. “Kita sulinggih tidak boleh berpolitik, tapi disini kita memberikan doa restu serta arahan dan bimbingan,”katanya.

Ida Pandita Nabe Putra Sinuhun Pramadaksa Manuaba mengingatkan Koster-Ace maupun BAGIA bila nanti terpilih jangan sampai melupakan kawitan maupun para sulinggih. Keduanya juga diminta memimpin dengan selalu berjalan diatas kebenaran.

Koster sendiri telah menyatakan berkomitmen untuk memberikan perhatian dan memfasilitasi keberadaa pura-pura di Bali agar tertata dengan baik. Baik itu bangunannya maupun fasilitas penunjangnya. Dalam programnya dalam bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya, akan memberikan perhatian kepada para pemangku dan sulinggih, terkait kesejahteraan termasuk dalam mendapatkan pelayanan kesehatan khusus.

Kehadiran dua paslon yang akan bertarung di Pilkada serentak tahun 2018 tersebut, diterima Ketua Pasemetonan Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali Wisnu Bawa Temaja. Sejumlah tokoh pesemetonan pasek juga tampak hadir diantaranya, Nyoman Adi Wiryatama (Ketua DPRD Bali), Nyoman Giri Prasta (Bupati Badung), Putu Agus Suradnyana (Bupati Buleleng), Ni Putu Eka Wiryastuti (Bupati Tabanan) serta sejumlah tokoh lainnya.(mp)