Tak Cuma Kesehatan Gratis, Koster-Ace Siapkan Program Tanggungan Bagi Penunggu Pasien

61
foto-Deklarasi kebulatan tekad memilih dan memenang Koster-Ace pada Pilgub Bali 2018 oleh warga serta tokoh masyarakat se-Kecamatan Selemadeg, Senin (26/2/2018) di Wantilan Banjar Bajera, Desa Bajera Kaja, Kecamatan Selemadeg, Tabanan.

TABANAN, MEDIAPELANGI.com-Tak hanya akan melaksanakan program kesehatan gratis melalui Krama Bali Sehat (KBS), Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Arta Ardana Sukawati (Koster-Ace) juga akan memberi tanggungan bagi penunggu pasien.

Hal ini disampaikan Calon Gubernur Wayan Koster saat deklarasi kebulatan tekad memilih dan memenang Koster-Ace pada Pilgub Bali 2018 oleh warga serta tokoh masyarakat se-Kecamatan Selemadeg, Senin (26/2/2018) di Wantilan Banjar Bajera, Desa Bajera Kaja, Kecamatan Selemadeg, Tabanan.

Menurut Koster Program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) yang digagas Gubernur Bali Made Mangku Pastika, terbukti sangat membantu masyarakat di bidang pelayanan kesehatan gratis. Untuk itu pihaknya akan melanjutkan program kesehatan gratis tersebut.

“Nanti tiyang (saya) akan lanjutkan, tapi akan diformat lebih disempurnakan lagi. Namanya Krama Bali Sehat alias KBS. Jenis tanggungan penyakitnya nanti lebih banyak lagi. Bahkan para penunggu pasien juga akan kami beri tanggungan,” tegasnya.

Diakuinya program tanggungang bagi penunggu pasien bukan hal baru lagi di Bali. Sebab dua kabupaten yang kebetulan kepala daerahnya berasal dari PDIP telah melaksanakan program tersebut. Kedua kabupaten itu, yakni Badung dan Jembrana.

“Di Badung,tahun 2016 kemarin sudah berjalan.Lalu Jembrana. Nanti semua kabuten/kota juga begitu, termasuk Tabanan.Anggarannya itu nanti dari Provinsi. Inilah pola satu jalur, program antara kabupaten/kota dan provinsi juga Pusat bersinergis terintegrasi,” ungkapnya.

Alasan pihaknya merancang program ini adalah demi meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah.

“Kasihan khan mereka yang cuma bekerja sebagai pedagang kecil, petani atau buruh bangunan, pas ada keluarganya sakit, mereka jadi tidak bisa bekerja. Sehingga tidak punya penghasilan mereka. Terus mereka tidak punya uang, mau makan dari mana mereka? Di sinilah kita bantu mereka melalui program tadi,” demikian Koster.(mp)