Tari Rejang Sandat Ratu Segara “Ngajegang Jagat”

1194
Pementasan Tari Rejang Sandat Ratu Segara

TABANAN,  MEDIAPELANGI.com – Tari Rejang Sandat Ratu Segara yang dirangkai pada Pembukan Tanah Lot Art And Food Festival #2 suskses digelar, Sabtu (18/8/2018).

Sebanyak 1.800 penari sukses menggelar tarian sakral ini selama 11 menit. Setelah sukses, pagelaran ini pun juga diwarnai oleh kerauhan masal. Setidaknya ada ratusan penari mengalami kerauhan.

Tarian sakral yang digagas oleh Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti tersebut, ada yang kerauhan sambil menari dan ada juga yang berteriak.

Menurut Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, terjadinya kerauhan ini merupakan hal yang wajar. Bahkan, jika satu penari yang mengalami kerauhan akan diikuti penari lainnya. Namun hal itu sudah bisa dikendalikan.

“Acara ini sudah berjalan lancar dan sukses. Dan ini merupakan tarian sakral yang tujuannya untuk melestarikan atau mengajegan alam. Untuk yang kerauhan memang hal yang wajar karena tarian sakral,” ujar Bupati Eka usai pagelaran akbar ini.

“Semoga tarian ini bisa menjadi moment yang mengesankan dan tidak terlupakan baik masyarakat keseluruhan dan khususnya masyarakat Tabanan, bahwa karya agung yang luar biasa ini dipersembahkan untuk sekala dan niskala. Alam tersenyum maka umat pun akan saling kasih dan tersenyum pula,” jelas Bupati Eka.

Ratu segara telah dipentaskan di areal Luhur Pura Tanah Lot, di mana tarian ini merupakan tarian karya agung yang bersifat sakral sebagai bentuk rasa syukur dan memohon kasih dan sinar suci dari Ratu Segara.

Tarian ini juga bertujuan untuk mengajegkan jagat, agar alam ini selalu harmonis dan beliau memberikan kasihnya kepada semua umat untuk selalu menjaga kesucian hati dan prilaku, selalu memaafkan dan selalu peduli dengan asas keadilan dalam kebenaran.

Di akhir tarian terjadi trance merupakan ciri bahwa tarian ini sakral dan beliau menunjukkan taksu dan kekuataanya sebagai bentuk kebesaran beliau.

“Trance merupakan sesuatu yang positive karena di tempat tempat sucipun beliau akan menampakkan vibrasinya sebagai wujud bahwa beliau ada dan beliau maha besar.

“Astungkara semoga ini bisa diwariskan dan dilanjutkan oleh seluruh umat dan seluruh generasi muda kita, yang iklas dan berkeinginan untuk memberikan pengabdian ngayah dalam bentuk tarian yaitu Rejang Sandat Ratu Segara yang menjadi suatu kemasan yg sakral dan mengedepankan nilai ketulusan keiklasan dalam Seni Budaya. (mp).