Tebing Longsor Timpa Lima Pekerja PDAM Bangli

35

BANGLI, MEDIAPELANGI.com-Lima pekerja perbaikan jaringan PDAM Bangli tertimbun longsoran di Tukad Melangit, Dusun Cingan, Desa Kayubihi, Bangli, Senin (26/03/2018).

Akibat kejadian kelima korban dua selamat sedangkan tiga orang karena megalami luka-luka akibat terkena material longsoran dalam perawatan intensif.di IGD  RSU Bangli.

Dari pantauan di IGD RSU Bangli,Lima pekerja yang sempat terjebak material longsoran tebing, yakni I Nyoman Ariawan (25), I Putu Karang (29), I Nengah Budiarsa (45), I Nyoman Mulih (49) dan I Ketut Dapat (35). Dari kelima korban ini, tiga di antaranya mengalami luka berat.

Seorang pekerja I Nengah Ariawan mengungkapkan, kejadian tanah longsor tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 Wita. Kata dia, tebing yang longsor tersebut tingginya kurang lebih mencapai puluhan meteran. Tebing yang longsor itu sisa dari longsoran yang terjadi Jumat lalu.

Ariawan mengaku, saat kejadian dia sedang memperbaiki saluran jaringan PDAM yang tertimbun longsor di Tukad Melangit. Ketika terjadi longsor susulan, dia bersama tiga temannya sedang istirahat makan siang. “Tiba-tiba terjadi longsor susulan sehingga menimbun sekujur tubuh. Untungnya berhasil menyelamatkan diri,”pungkasnya.

Longsor terjadi ketika jam istirahat makan siang. Keempat korban yang terkana longsoran ini kala itu sedang makan di bawah di bekas longsoran sebelumnya.

Tepatnya di samping tebing yang longsong sekarang ini. Sementara pekerja lainnya sudah naik ke atas, sehingga tidak terkana material longsoran hanya terkena lumpur akibat longsoran bercampur air terlempar keatas,” ucapnya

Sementara itu pekerja lainnya Kadek Roi Saputra mengatakan, jumlah pekerja yang berkerja memperbaiki jaringan pipa milik PDAM itu,jumlahnya sebanyak 33 orang yakni pekerja dari Bali 18 0rang dan Jawa 15 orang. Roi menembahkan, sebelum tebing setinggi puluhan  meter tebing longsor, sempat ada bongkahan tanah dan pasir berjatuhan sebanyak tiga kali. Namun, keempatnya tetap makan sambil melihat tanah yang jatuh tersebut”ujarnya.

“Saat tanah jatuh pertama mereka berempat tetap makan sambil melihat tanah yang jatuh. Karena saya tidak membawa nasi, maka saya dan pekerja yang lainnya naik keatas tebing. Dan saat berjalan menuju keatas tebing tiba-tiba langsung longsor dan saya lari untuk menyelamatkan diri agar tidak tertimbun longsor.

Setalah diatas saya menanyakan teman-teman kondisi mereka. Karena ada pekerja yang masih dibawah, saya bersama pekerja yang lainnya langsung ke bawah untuk  mengecek kondisi mereka,” katanya.

Direktur PDAM  Bangli I Wayan Gde Yuliawan Askara mengatakan,pekerja  yang bekerja itu untuk memperbaiki pipa transmisi yang rusak tertimbun longsor pada Jumat (23/03/2018). “Dikira sudah aman, makanya tukang mau bekerja.

Tapi kenyataannya tebing yang berada di samping bekas longsoran sebelumnya yang longsor. Namun, kami tetap bersyukur karena semua pekerja selamat dari maut.Sementara untuk biaya pengobatan korban akan ditanggung oleh PDAM.

Dia menjelaskan, pipa yang rusak tertimbun longsor panjangnya mencapai 200 meter. Menyusul terjadinya kejadian ini, pihaknya bakal mencari lokasi yang lain untuk menaruh jaringan pipa. “Jelas kita akan mencari tepat yag lebih aman. Dan tidak mungkin lagi disana,” tegasnya.

Wadir Pelayanan RSU Bangli, I Ketut Darmaja mengungkakan, keempat korban sudah mendapatkan perawatan secara intensif dari petugas medis. Korban yang tertimbun mengalami luka luka di telingan, paha, mata, siku pelipis dan betis. “Untuk korban Budiarsa masih pingsan. Dia mengalami luka pada leher dan bibir. semoga cepat sadar,” pungkasnya.(ka-nt)