Koster : Saya Jengkel Kalau Pelayanan Publik Dipersulit

31
foto - ist - Koster yang hadir dampingi pasangannya Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), menandatangani komitmen pelayanan publik di Kantor Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Provinsi Bali, Senin (7/5/2018).

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Pasangan calon Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster mengaku jengkel jika mendengar pelayanan publik di persulit. Membuktikan akan melaksanakan pelayanan publik yang baik, cepat dan transparan, Koster yang hadir dampingi pasangannya Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), menandatangani komitmen pelayanan publik di Kantor Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Provinsi Bali, Senin (7/5/2018).

“Saya paling jengkel kalau mendenger pelayanan publik dipersulit,”kata Koster dihadapan Kepala ORI Provinsi Bali Umar Ibnu Alkhatab. Dia menyebutkan pelayanan publik di Provinsi maupun 9 kabupaten/kota di Bali berbeda-beda. Persyaratannya berbelit, tidak jelas waktu penyelesaian, dan ketiakjelasan dari segi biaya, sehingga sangat rawan terjadi pungli. Kedepan Koster akan membuat regulasi yang akan mengatur standarisasi pelayanan publik, dalam hal ini pengurusan perizinan maupun administarsi pelayanan publik lainnya.

Lebih lanjut Koster mengatakan, Bali ini dalam hal pelayanan publik harus bersaing dengan Singapura. Equivalen wilayahnya Singapura. Pertama, Bali ini wilayahnya kecil, relatif homogen seperti Singapura, tingkat pendidikan masyarakatnya bagus. Kalau kita ingin menyaingi Eropa lebih baik lagi. Jadi harus ada brandmark. Sangat memungkinkan ditingkatkan. Ini jadi agenda prioritas saya,”kata Koster.

Sementara itu Kepala ORI Provinsi Bali Umar Ibnu Alkhatab menjelaskan, digelarnya acara ini agar publik mengetahui visi, misi dan program kerja Koster-Ace dalam hal pelayanan publik di Bali jika terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023. “Kita memimpikan pelayanan publik di Bali  yang baik bahkan setara dengan Eropa. Kenapa demikian, karna Bali ini pulau internasional, peristiwa bersejarah besar banyak terjadi di sini, tetapi pelayanan publiknya belum setara dengan negara-negara di Eropa,”ujarnya.

Diakhir acara Koster-Ace serta Kepala ORI Provinsi Bali Umar Ibnu Alkhatab menandatangani Komitmen Pelayanan Publik. “Bila nanti bapak (Koster-Ace) terpilih,  tapi tidak melaksanakan komitmen ini, maka kami Ombudsman yang akan menagih,”pungkasnya.(mp).