Tenggelam di Sungai Yeh Panahan, Dimas Ditemukan Tewas

563
Petugas Evakuasi Jasad Dimas Sihabudin(13) Pelajar SMP MTs Al-Amin Tabanan yang Tewas Tenggelam di Sungai Yeh Panahan, Kamis (02/01/2020)

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Setelah dilakukan penyisiran selama sekitar 3 jam Dimas Sihabudin (13) yang tenggelam di Sungai Yeh Panahan, Banjar Pangkung Prabu, Desa Delod Peken, Tabanan akhirnya ditemukan,Kamis (02/01/2020) sore.

Korban yang masih duduk di bangku SMP MTs Al-Almin Tabanan ini ditemukan sudah menjadi mayat. Korban ditemukan setelah tim dari Basarnas Bali melakukan pencarian dengan melakukan penyelaman di sekitar lokasi pertama kali korban mandi.

“Setelah dilakukan penyisiran selama 3 jam,akhirnya korban berhasil ditemukan sekitar pukul 17.08 Wita berhasil ditemukan di sekitar pertama korban mandi,”terang Kapolsek Tabanan Kompol I Nyoman Sukanada.

Sebelumnya korban Dimas Sihabudin (13) yang tinggal di Jalan Tendean Nomer 73 Banjar Tanah Bang, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan tenggelam saat mandi di sungai Yeh Panahan pada Kamis (02/01/2020) siang.

Baca Juga:  Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Gianyar, Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Saat itu, bersama enam teman sekolahnya sekitar pukul 12.45 Wita selesai sholat  di Masjid Al Amin,sambil menunggu di mulainya jam pelajaran sekolah, mereka bermaksud  jalan-jalan.
Dan saat itu korban mengajak dua temanya Dani Aditya Ramadhani (13) Muhammad Choirulzat (13) bermain ke sungai, namun ajakan korban di tolak dan menyarankan untuk bermain di sekitar TMP dan korban menolak dan berjalan menuju sungai Yeh Panahan. Melihat hal tersebut enam temanya mengikuti korban menuju sungai. Sesampai disungai, dilihat sudah ada enam teman-teman lain kelas VII MTs  Al Amin Tabanan yang sementara masih ngobrol sambil duduk di pinggir sungai.

Sampai di sungai tiba-tiba korban berlari menuju pinggir sungai dan melepas pakaian dan meletakan di atas batu selanjutnya melompat ke sungai.

Baca Juga:  Diduga Sopir Ngantuk, Kijang Tabrak Pohon Perindang di Perean

Dani Aditya Ramadhani, Muhammad Choirulzat, Dwi Andika Wardani  dan Aditya Putra Mandala menerangkan bahwa setelah melihat korban seperti tenggelam maka mereka berempat membuka pakaian kemudian berusaha menolong korban namun karena tarikan arus bawah cukup deras maka korban cepat tenggelam dan mereka berempat tidak berani ke tengah sungai, takut ikut tenggelam.

Dengan adanya kejadian tersebut maka mereka melaporkan kepada Dedi Kusnadi (Kepala Sekolah MTs.Al Amin Tabanan)

Pada saat itulah korban tenggelam akibat dari tarikan arus bawah sungai yang cukup deras dan ditemukan sudah menjadi mayat.

Selanjutnya jenasah korban langsung di evakuasi ke Mushola. Orang tua korban menerima kematian korban sebagai musibah karena tenggelam. (mp/ka)