Update 25 April 2020: 70 Total Pasien Sembuh dari Covid-19

330
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra.

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, ada tambahan 13 pasien positif COVID-19 di daerah setempat yang dinyatakan sembuh.

“Ada 13 orang sahabat kita yang bisa sembuh dari perjuangan melawan COVID-19. Yang sembuh itu Pekerja Migran Indonesia sebanyak 12 orang dan transmisi lokal satu orang,” kata Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali itu saat memberikan keterangan pers, di Denpasar, Sabtu (25/4/2020).

Dengan demikian, jumlah akumulatif pasien positif COVID-19 yang telah sembuh sebanyak 70 orang. “Yang meninggal, ‘astungkara’ hari ini tidak ada tambahan, dan mudah-mudahan ke depan juga tidak bertambah,” ucapnya.

Terkait masih bertambahnya kasus transmisi lokal, Dewa Indra menyampaikan kalau dilihat transmisi lokal berawal dari .adanya PMI yang pulang tidak tertib melaksanakan karantina yang pulang sebelum adanya pembagian tugas karantina dan melakukan karantina mandiri.

Ini berawal dari PMI yang belum menerapkan rapid test dan juga belum ada kesepakatan pembagian tugas karantina antara Provinsi dan kabupaten/kota,”ucapnya.

Baca Juga:  Cegah Penyebaran Covid-19 Masuk Bali, Terapkan Sekat Belapis Hingga Tempatkan Petugas di Banyuwangi

Sebelumnya PMI yang pulang yang negative rapid test melakukan karantina mandiri. Disitu ada yang tidak disiplin. Padahal karantina itu adalah kunci pencegahan. Rapid test negative tidak memberi jaminan 100 persen bebas Covid-19 karena berkaitan dengan masa inkubasi. Kemungkinan masuk masa inkubasi virus jadi positif dan ini yang menularkan.

Tetapi daripada menyalahkan masyarakat, lebih baik lebih mendisiplinkan implemetasi dari upaya upaya pencegahan Covid 19. PMI yang menjalani karantina mandiri diharapkan disiplin dan segera menghubungi dinas kesehatan kabupaten/kota untuk melaksanakan rapid test kedua,”katanya.

“Sekali lagi ditegaskan PMI yang melakukan karantina mandiri di rumah sebelum pembagian tugas karantina kabupaten/kota agar mendatangai dinas kesehatan untuk rapid test kedua,”ujarnya.

Dukungan sarana rapid test kid pun sudah didistribusikan oleh Pemprov Bali ke kabupaten/kota. Disini diperlukan kedisiplinan bagi PM Iuntuk rapid test kedua dan kedisiplinan masyarakat untuk melindungi diri

Mengenai kesiapan ruang isolasi dan karantina, Dewa Made Indra menyampaikan bahwa Gugus Tugas terus mengikuti dinamika perkembangan di lapangan. Kalau positif bertambah maka dilakukan kerjasama dengan RS untuk melakukan penambahan ruang isolasi. RSUP Sanglah seadang melakukan pekerjaan fisik penambahan ruang isoalsi, RS Bali Mandara juga melakukn penambahan ruangan isolasi dan demikian halnya RS PTN Unud juga menambah ruang isolasi.

Baca Juga:  KONI Temui Gubernur Koster Terkait Penundaan Porprov Bali 2021

Gubernur juga telah melakukan rapat dengan gugus tugas untuk melakukan pengecekan terkait logistik, rumah sakit dan serta tempat karantina. Tempat karantina juga telah ditambah dengan menggunakan Gedung Balai Diklat yang dimilki BPK Provinsi Bali Update kebijakan dan langkah langkah akan disesuaikan dengan dinamika kasus di lapangan

Terkait perhitungan kapan puncak kasus Covid 19 di Bali, Dewa Indra menegaskan tidak ada yang dapat melakukan prediksi secara tepat. Untuk menghentikan ini dilakukan denagn disiiplin menerapkan imbauan dan disiplin menjaga pintu masuk Bali.

“Untuk menekan kasus transmisi lokal ini tentu memerlukan kerja sama dan gotong royong dari seluruh masyarakat untuk mengikuti arahan pemerintah,” ujar Dewa Indra. (*mp/rls)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here