Update Corona Selasa 12 Mei: Kasus Positif Covid-19 Bertambah 14 Jadi 328, Sembuh Bertambah 5 Jadi 215 Orang

189
Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Provinsi Bali

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Sebanyak 328 orang dinyatakan positif, Selasa (12/5/2020) bertambah 14 orang WNI, terdiri dari 1 orang PMI, 9 Orang Daerah Terjangkit dan 4 orang transmisi lokal.

Hal ini disampaikan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra melalui konferensi persnya, Selasa (12/5/2020).

Pada bagian lain Dewa Indra juga menjelaskan, jumlah pasien yang telah sembuh sejumlah 215 orang bertambah 5 orang WNI, terdiri dari 3 orang PMI dan 2 orang Non PMI.

Selain itu jumlah pasien yang meninggal sejumlah tetap 4 orang.

Sementara jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) 109 orang yang berada di 10 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas, Wisma Bima dan BPK Pering,”ujar Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali ini.

Dikatakan dari jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh imported case, untuk transmisi lokal sejumlah 123 Orang. Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan COVID-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini,”katanya.

Dari sisi lain yang boleh melakukan perjalanan dikecualikan untuk angkutan logistik, kesehatan, diplomatik, tugas lembaga tinggi negara serta angkutan logistik penanganan COVID-19. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Berkaitan dengan hal ini, Pemerintah Provinsi Bali melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali menghimbau masyarakat Bali untuk  mentaati peraturan tersebut dengan penuh disiplin sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19,”ujarnya.

Baca Juga:  Sekda Bali, Bantah Intruksikan Warga Boleh Keluar Rumah untuk Bekerja Ditengah Pandemi Covid-19

“Berkaitan kebijakan ini pula melalui Gugus tugas dan berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, TNI, POLRI dan pemerintah pusat di daerah bersama sama menegakkan peraturan Menteri Perhubungan tersebut dengan melakukan upaya penebalan penjagaan di pintu pintu masuk Pulau Bali yaitu di Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Benoa  dan Pelabihan Padang Bai,”jelasnya.

Kalau masyarakat akan melintasi jalur jalur ini maka pada pintu masuk akan dijaga petugas. “Untuk itu dimohon pengertian masyarakat untuk mematuhi peraturan dan lebh baik tetap di tempat,”himbuhnya.

Masyarakat Bali yang akan mudik lebih baik mempertimbangkannya. Pengetatan ini tidak hanya dilakukan Pemprov Bali namun juga pemerintah daerah lain juga melakukan hal yang sama.

Untuk itu sebaiknya tidak mudik tetap di tempat. Begitu pula krama Bali yang ada di luar daerah khususnya di daerah yang melakukan PSBB atau daerah zona merah dimohon agar tetap di tempat jangan dulu pulang ke Bali.

Kepulangan krama Bali bisa berdampak negatif pada anda, keluarga dan masyarakat Bali, karena kita tidak tahu jika  kita terinfeksi atau tidak sampai  dilakukan tes. Untuk itu masyarakat Bali diminta tetap tinggal di tempat dulu kecuali  ada hal yang sangat penting atau mendesak,”ungkapnya.

Baca Juga:  Update Corona 24 Mei di Jembrana: Satu PMI Positif Covid-19

Lanjut Dewa Indra mengingat transmisi lokal COVID-19 memperlihatkan kecenderungan meningkat dalam beberapa hari terakhir, maka diminta kepada seluruh warga masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik, dan semua elemen masyarakat untuk bersatu padu menguatkan disiplin kita semua dalam penerapan protokol pencegahan COVID-19 yakni selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari keramaian, melaksanakan etika batuk/bersin, melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat yang tepat, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kita,”kata Dewa Indra.

Semakin kita disiplin dalam pelaksanaan pencegahan ini maka transmisi lokal penyebaran COVID-19 pasti bisa kita hentikan.

Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, kami minta semua elemen masyarakat membantu dan bekerjasama dengan petugas survailans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tracing contact untuk menemukan siapapun yg pernah kontak dekat dengan orang yang positif COVID-19 sehingga kita bisa menangani lebih awal orang-orang yang berisiko terinfeksi COVID-19 guna mencegah penyebaran berikutnya kepada orang lain,”pungkasnya. (*mp/rls)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here