Update Virus Corona : Bali Catatkan Persentase Kesembuhan Tertinggi di Indonesia

738
- Gubernur Bali Wayan Koster, menyampaikan perkembangan covid-19 di Bali, Senin (4/5/2020).

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Gubernur Bali Wayan Koster, menyampaikan perkembangan covid-19 di Bali, Senin (4/5/2020). Gubernur mengungkapkan, jumlah kasus positif covid 19 di Bali berjumlah 271 orang terdiri atas  WNA 8 orang, PMI/ABK asal Bali 146 orang, terjangkit di luar Bali 20 orang, terjangkit di Bali 97 orang.

Jumlah yang sembuh, ujar Koster, 159 orang terdiri atas 4 orang WNA dan 155 WNI.

“Secara keseluruhan kesembuhannya mencapai 59 persen,” tegasnya sembari menambahkan pasien yang masih dirawat berjumlah 108 orang atau 40 persen.

Berbagai kebijakan dan upaya dalam penanganan covid-19, katanya, sampai saat ini telah menunjukkan hasil yang nyata dengan memakai tiga indikator penting. Pertama,  rata-rata pasien positif covid per hari  di Bali 7 orang. Ini peringkat terendah keempat, lebih rendah dari DKI, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Banten. Data menunjukkan pasien positif covid sebagian besar bersumber dari PMI/ABK 54 persen, transmisi lokal Bali 36 persen, daerah luar Bali 7 persen, dan WNA 3 persen.

Kedua, persentase kesembuhan pasien positif covid Bali mencapai 58,67 persen yang paling tinggi di Indonesia dan berbeda jauh daripada 9 provinsi lainnya, bahkan jauh di atas rata-rata nasional (16,86 persen) dan dunia (32,10 persen). Di Bali, katanya, rata-rata lama perawatan pasien positif covid sampai sembuh selama 13 hari, masa perawatan paling cepat selama 3 hari dan paling lama 39 hari untuk kasus berat.

Baca Juga:  Update Corona 22 Mei: Seorang Anak Positif Covid-19

Ketiga, persentase pasien positif covid yang meninggal di Bali mencapai 1,48 persen, paling rendah dari 9 provinsi lainnya. Angka ini jauh di bawah rata-rata nasional (7,46 persen) dan dunia (7,04 persen).

“Meskipun Bali tidak menerapkan PSBB, sejauh ini penanganan covid menunjukkan hasil yang lebijh baik. Sebelumnya berbagai pihak sangat mengkhawatirkan Bali akan terancam covid karena sebagai destinasi pariwisata dunia terbesar di Indonesia. Tetapi sejauh ini, fakta menunjukkan fakta kontras berbeda.

Pada kesempatan itu, Gubernur mengimbau para PMI da ABK yang sedang dikarantina di hotel atau di tempat lain harus mengikuti dengan disiplin, tidak boleh keluar dan tidak boleh menerima tamu termasuk keluarga. Kalau ada yang melanggar, agar ditindak tegas oleh aparat keamanan. Gubernur juga minta bupati/wali kota se-Bali membatasi beroperasinya pasar tradisional dan pasar modern dengan tetap menjaga jarak (tidak boleh berkerumun), harus menggunakan masker, dan mengikuti perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Gubernur juga minta semua pihak bisa bekerja sama dan sama-sama bekerja dalam penanganan covid-19 atas kesadaran yang tinggi bahwa pandemi covid merupakan tugas semua pihak, pemerintah dan masyarakat.

Ditambahkan, dengan memperhatikan penambahan pasien positif COVID-19 di Desa Abuan Kabupaten Bangli, Kelurahan Padangkerta Kabupaten Karangasem, dan Desa Bondalem Kabupaten Buleleng, Saya telah memutuskan bersama Bupati agar tiga Desa tersebut diisolasi dengan ketat selama 14(empat belas) hari. Saya meminta agar Bupati bersama Dandim dan Kapolres mengawasi dengan ketat pelaksanaan isolasi di tiga wilayah tersebut, kalau ada warga yang melanggar agar ditindak dengan tegas.

Baca Juga:  Kader PDI Perjuangan, Saling Berangkulan Lakukan Aksi Sosial Bagi Warga Terdampak Covid-19

Masyarakat harus bersedia disiplin demi keselamatan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat lingkungannya. Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi telah menyiapkan sembako bagi warga yang membutuhkan.

Dari 9 Kabupaten/Kota di Bali, penambahan pasien positif COVID-19 paling banyak terjadi di Kabupaten Bangli, Buleleng, Karangasem, dan Denpasar. Oleh karena itu, Bupati/Walikota di wilayah tersebut agar berani bertindak tegas untuk memperketat pergerakan masyarakat dan mencegah penyebaran COVID-19.

Sampai saat ini, pencapaian penanganan COVID-19 di Bali sudah baik. Pencapain ini adalah berkat kerja bersama / gotong-royong antara: Gubernur Bali, Kapolda, Pangdam IX Udayana, Bupati/Walikota se-Bali, para tenaga medis, para Bandesa Adat, para Kepala Desa, Satgas Gotong Royong Desa Adat, Relawan Desa, dan berbagai pihak.

Karena itu, pada kesempatan ini Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi secara nyata tanpa pamerih dalam penanganan COVID-19 di Bali. Secara khusus Saya sangat mengapresiasi dan memberi penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para tenaga medis, dokter dan perawat di semua Rumah Sakit Rujukan yang telah bekerja tanpa lelah dengan semangat pengabdian tinggi demi tugas kemanusiaan.(*mp/rls)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here