Usai Kebakaran, TPA Mandung Sisakan Polusi Asap

109
Komisi II DPRD Tabanan meninjau kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung, merupakan pusat pembuangan sampah di wilayah Tabanan,”Kamis (3/10/2019).

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung, Desa Sembung Gede, Kerambitan, Tabanan, akhirnya berhasil dipadamkan.

Kendati demikian, masalah bukannya berakhir. Muncul persoalan baru dampak kebakaran itu yakni polusi udara akibat asap berbau menyengat yang menyebar ke wilayah sekitar.

Petugas baik dari TPA setempat maupun dari pemadam kebakaran tiap hari berkutat dalam penanganan asap maupun titik api baru muncul.

Menyikapi hal tersebut Komisi II DPRD Tabanan meninjau kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung, merupakan pusat pembuangan sampah di wilayah Tabanan,”Kamis (3/10/2019).

Ketua Komisi II DPRD Tabanan I Wayan Lara mengatakan, banyak dampak negative yang dari asap tersebut, jika dalam kondisi tertentu bisa memicu beberapa penyakit.

Oleh karena itu, penanganan persoalan terbakarnya sampah di TPA Mandung tersebut, tidak bisa di lihat sebelah mata dan harus di cari jalan keluarnya dampak yang akan di timbulkan kedepanya jika tidak segera dicarikan solusi jangka pendek dengan dinas terkait dalam penanganan kebakaran TPA Mandung,”katanya.

Baca Juga:  Cegah Kebocoran Retribusi , DTW Tanah Lot Terapkan E-Ticketing

Dari masukan oleh petugas untuk bisa mengcover areal lebih banyak, masih diperlukan tambahan selang nozzel. Saat ini selang sepanjang 200 meter yang dimiliki oleh petugas belum mampu mengcover upaya penanganan. “Kalau itu solusi jangka pendeknya, tentu kami akan komunikasikan dengan eksekutif untuk penyiapan penganggaran penambahan selang nozzel,” terang Lara.

Sementara itu menurut Wakil Ketua Komisi II DPRD Tabanan, I Made Edi Wirawan juga menyoroti kondisi TPA yang sudah overload.

Baca Juga:  Elemen Masyarakat Bali, Gelar Aksi Damai Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

Ia menyarankan jika memungkinkan ada ketegasan dari pihak TPA, untuk sampah yang masuk dari pihak ketiga harus sudah terpilah terlebih dahulu, jika belum dipilah sebaiknya ditolak saja.

Agar pihak ketiga mengambil sampah ke rumah tangga harus sudah terpilah baru dibawa ke TPA, dan ini harus terus berproses bertahap,” ucapnya.

Dengan penambahan selang nozzel diharapkan bisa menjadikan lebih banyak titik bisa tertangani. Dengan harapan bisa secepatnya ditangani terutama asap, kasihan masyarakat terpapar selama ini, meski petugas bekerja maksimal siang malam. Namun hampir tiap hari titik api muncul dan berpindah-pindah. Petugas baik dari TPA setempat maupun dari pemadam kebakaran tiap hari berkutat dalam penanganan asap maupun titik api baru muncul.(mp/ka)