Wabup Sanjaya Buka Festival Kerambitan 3, Lebih Meriah Dirangkaikan dengan HUT Kota Tabanan

51

Tabanan (Mediapelangi.com)-Ribuan masyarakat Tabanan memadati jalur utama disekitar pasar dan Puri Agung Kerambitan saat digelarnya acara parade budaya dan festival Kerambitan 3 tahun 2017, Kamis sore (19/10/2017).

Festival Kerambitan 3 tahun ini mengambil tema “Desa Mawacara” dengan tujuaan memperkenalkan dan menggali potensi dan tradisi di masing-masing desa dari 15 desa dinas se Kecamatan Kerambitan.

Penyelenggaraan Festival Kerambitan 3 tahun ini jauh lebih meriah karena untuk pertama kalinya dikolaborasi dengan penyelenggaraan HUT Kota Tabanan ke-524.

Diawali dengan tari penyambutan “Bungan Sandat Serasi”, sekitar pukul 17.30 Wita festival dibuka secara resmi oleh Wabup Tabanan Komang Sanjaya ditandai dengan membunyikan okokan dan tetetekan di dampingi oleh Ketua Panitia dan Ida Anglurah Kerambitan dan disaksikan langsung oleh para undangan antara lain anggota DPRD Tabanan, Sekda Kabupaten Tabanan, Ketua Pengadilan Tabanan, Kejari Tabanan, Camat se-Tabanan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Tabanan, Perbekel se Kecamatan Kerambitan, Bendesa Adat, Kadin, Ketua PHRI Bali dan undangan lainnya.

Bupati Tabanan Eka Wiryastuti dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wabup Sanjaya menyampaikan, bahwa pesta rakyat dan Festival Kerambitan 3 tahun ini penyelenggaraannya dirangkaikan dengan HUT Kota Tabanan yang ke-524 yang memiliki tujuan melestarikan nilai-nilai budaya dan sejarah Tabanan dimana HUT Kota Tabanan tahun 2017 ini mengambil tema “Bhuana Kertih” yang memiliki makna kesuburan semesta sebagai sarana mewujudkan kemakmuran rakyat dengan melibatkan seluruh Kecamatan sehingga diharapkan dapat menggali potensi ekonomi dan seni budaya Tabanan, ujar Sanjaya.

Festival Kerambitan 3 berlangsung selama 4 hari dari tanggal 19 sampai 22 Oktober dengan berbagai kegiatan seperti Parade seni, Tarian Okokan dan Tektekan massal, pengobatan skala-niskala, lomba Jauk Manis Mekendang Tunggal dan berbagai acara hiburan melibatkan artis lokal Bali yang penyelenggaraannya dipusatkan di lapanan umum Kerambitan.

Saat acara pembukaan dan parade seni kemarin rimbuan warga datang penonton terutama di sekitar panggung utama di depan Puri Agung Kerambitan. Sayang banyaknya jumlah penonton dan personel sekaa tari dan tabuh yang akan tampil kurang dipertimbangkan oleh pihak panitia, areal pembukaan terlalu sempit  sehingga banyak penonton tidak bisa melihat dengan nyaman berbagai atraksi seni yang ditampilkan oleh masing-masing desa (*/mp).